JURNALMETROPOLITAN.com - Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti aksi demonstrasi yang diduga dilakukan para korban banjir di Desa Bukit Masa, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut).
Dugaan aksi demo yang dilakukan para korban banjir itu digelar pada area depan Kantor Bupati Langkat, pada Senin, 20 April 2026.
Berdasarkan laporan di lapangan, demonstrasi tersebut buntut dari bantuan sosial (Bansos) usai bencana yang dinilai tidak tepat sasaran hingga minim disalurkan kepada para korban banjir.
Lantas, bagaimana sebenarnya kronologi aksi demonstrasi yang diduga berujung ricuh di Kantor Bupati Langkat, Sumut itu? Berikut ulasannya.
Warga Ricuh, Pejabat Ngevlog
Terlihat dalam unggahan Instagram @feedgramindo, pada hari yang sama, pendemo terlibat cekcok dengan petugas yang berjaga hingga berujung ricuh di lokasi kejadian.
Baca Juga: Viral Video Sikap Tak Sopan Siswa SMAN 1 Purwakarta, Bu Atun Ungkap Tak Tahu jika Direkam
Pagar yang terpasang di Kantor Bupati Langkat itu juga tampak rusak akibat luapan emosi para pendemo.
Di sisi lain, publik juga menyoroti video tersebut menampilkan kondisi di dalamnya yang justru dinilai adem ayem, seolah tak ada masalah yang terjadi di luar kantor tersebut.
"Ribuan korban banjir gelar demo di Kantor Bupati Langkat terkait bantuan, yang di dalam asik ngevlog," tulis postingan tersebut.
"Di luar ricuh, yang di dalam ada yang santai dan ngerumpi," imbuhnya.
Kantor Bupati Digeruduk Ribuan Massa