Mobil Toyota Avanza berpelat H 1060 ZP itu kemudian dilaporkan tertabrak Kereta Api Argo Bromo Anggrek yang melintas.
Kondisi jalan yang minim penerangan dan kurangnya rambu rambu peringatan bagi kendaraan di lintasan rel tanpa palang pintu ini, juga diduga menjadi pemicu kecelakaan tersebut.
"Dari 9 penumpang, 4 korban meninggal dunia, 3 korban rawat jalan, dan 2 korban dirawat di RSUD R Soejati Purwodadi Grobogan," kata Kumala dalam keterangannya, pada Jumat, 1 Mei 2026.
"Kasus kecelakaan ini masih kami dalami," tambahnya.
Insiden usai Antarkan Calon Haji
Dalam kesempatan yang sama, Kanit Penegakan Hukum Satlantas Polres Grobogan, Iptu Eko Ari Kisworo menambahkan, para korban penumpang mobil Avanza merupakan warga Kabupaten Grobogan.
Eko menyebut, para korban tergabung dalam rombongan pengantar jemaah haji.
Toyota Avanza berwarna putih memuat 9 penumpang itu ternyata merupakan rombongan asal Grobogan, usai mengantarkan keberangkatan haji ke Solo.
"Rombongan pengantar haji, jadi tidak ada (korban) calon haji. Tunggu ya masih didalami," ujar Eko.
KAI Angkat Bicara
Pada kesempatan berbeda, Humas KAI Daop 4 Semarang membenarkan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasarturi dilaporkan tertemper mobil.
Hal itu disampaikan Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif dalam pernyataan resminya, pada Jumat, 1 Mei 2026.
"Mobil mengangkut rombongan pengantar jamaah haji berisi 9 orang tertabrak kereta api Argo Bromo Anggrek saat melintas di lokasi tersebut, " terang Luqman.