metropolitan

Pimpin Apel Harganas Ke-33, Dedie Rachim Ajak Perkuat Ketahanan Keluarga

Selasa, 30 Juni 2026 | 23:43 WIB
Pimpin Apel Harganas Ke-33, Dedie Rachim Ajak Perkuat Ketahanan Keluarga

JURNALMETROPOLITAN.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar apel rutin yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Plaza Balai Kota Bogor, Senin (29/6/2026).

Mengusung tema "Ayah Wajib Hadir", dalam kesempatan tersebut Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji.

Dalam sambutannya disampaikan bahwa Harganas ke-33 merupakan momentum penting untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

Baca Juga: Denny Mulyadi Dukung Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Ajak Masyarakat Berikan Data Secara Jujur

"Mari kita tengok kembali rumah kita dan bertanya, sudahkah keluarga kita menjadi tempat bernaung yang aman, tangguh, dan siap melahirkan generasi pemenang?" ujar Dedie Rachim.

Ia menyampaikan bahwa saat ini Indonesia berada di tengah era Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (VUCA), yakni kondisi yang ditandai dengan perubahan yang sangat cepat, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas.

Menurutnya, disrupsi teknologi digital dan perubahan nilai sosial kini masuk hingga ke ruang keluarga melalui gawai yang digunakan anak-anak. Karena itu, keluarga yang tangguh menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

"Ketangguhan keluarga bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan dan menjadi urgensi nasional," kata Dedie Rachim.

Baca Juga: Santunan bagi 300 Anak Yatim, Jenal Mutaqin: Kebanggaan Sekaligus Kebahagiaan

Ia menambahkan, ketangguhan keluarga memiliki hubungan yang erat dengan keberhasilan Indonesia memanfaatkan bonus demografi. Bonus demografi merupakan peluang besar yang dapat membawa Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia apabila didukung sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

"Peluang ini dapat berubah menjadi bencana demografi apabila usia produktif tidak memiliki kualitas yang baik. Karena itu, transformasi kualitas SDM tidak dimulai dari bangku sekolah atau dunia kerja, melainkan sejak dalam kandungan dan melalui pengasuhan keluarga," ujarnya.

Untuk mengoptimalkan bonus demografi, lanjutnya, terdapat tiga pilar utama pembangunan keluarga yang harus diperkuat, yakni kesehatan, pendidikan, dan ketahanan mental.

Pada aspek kesehatan, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus berupaya menurunkan angka stunting melalui pemenuhan gizi, khususnya pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

Sementara itu, pada aspek pendidikan, rumah harus menjadi tempat utama pembentukan karakter dengan menanamkan nilai integritas, kejujuran, disiplin, serta kemampuan beradaptasi dan berkolaborasi.

Halaman:

Tags

Terkini

HJB ke-544 Resmi Ditutup oleh Dedie Rachim

Selasa, 30 Juni 2026 | 23:33 WIB