“Memang meninggalkan utang pemerintah daerah, tetapi dari sisi kalkulasi ekonomi itu negara diuntungkan. Karena kalau pembangunan dilakukan sekarang maka harganya menggunakan 2017, kemudian dibayarkan 2018-2019 negara untung karena kalau pembangunan digeser ke tahun itu pasti harganya sudah beda,” papar Kang Dedi.
Meski begitu, Kang Dedi siap bertanggung jawab secara finansial jika memang diperlukan untuk melunasi.
“Tetapi, andaikata uang itu harus dibayar secara pribadi, walaupun itu tidak boleh karena itu uang negara, seluruh aset yang saya miliki saya berikan ke pemerintah daerah. Enggak apa saya miskin, yang penting hidup saya tidak merugi,” tandasnya.***
Artikel Terkait
Dari Solo ke Wonogiri Naik Kereta Batara Kresna Aja, Murah Lho
FIFA: Stadion Gelora Bung Karno Hanya untuk Piala Dunia U20 2023
Begini Model Skema Laga 16 Besar Piala Dunia Qatar 2022, Gugur Lebih Cepat
Laga Babak 16 Besar Piala Dunia Qatar 2022, Amerika Serikat vs Belanda di Khalifa Stadium Esok Hari
Guru di Indramayu Unjuk Rasa Tuntut Gaji Layak
Lihat Aktivitas Piala Dunia Qatar 2022, CEO Qatar Foundation Sheikha Hind Kunjungi Education City