Dalam kesempatan yang sama, Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Hamdan Zoelva menyebutkan bahwa sejatinya Syarikat Islam (SI) itu adalah gerakan dakwah ekonomi yang menjadi fokus gerakan masa sekarang. "Kita sudah mulai ini sejak 2015, dan momentum sekarang sangat bagus karena pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengutamakan kemajuan ekonomi rakyat," kata Hamdan.
Bagi Hamdan, ekonomi rakyat itu lembaga hukumnya adalah koperasi. "Jadi, gerakan SI adalah gerakan menggerakkan rakyat untuk membangun semangat berusaha dan meningkatkan derajat ekonomi rakyat," kata Hamdan.
Baca Juga: Logo Baru Diluncurkan, Menkop: Momentum Kebangkitan Koperasi
Menurut Hamdan, SI memiliki dasar dengan ciri dan azas yang menaunginya selama ini. Pertama, ciri dan azas Islam dengan segala ajaran yang terkandung di dalamnya. Kedua, organisasi sosialis kerakyatan. Dasar ketiga adalah kebangsaan dan nasionalisme Indonesia.
"Orientasi gerakan SI saat ini adalah dakwah ekonomi, disamping dakwah Islam sebagai pondasinya. Memang sudah seharusnya begitu," tandas Hamdan.
Terlebih lagi, lanjut Hamdan, nature SI adalah syarikat dagang. "Kita harus kembali ke gerakan ekonomi rakyat di bawah yang sosialis itu. Dan itu merupakan Gerakan Koperasi," ulas Hamdan.
Dulu, lanjut Hamdan, setiap Tjokroaminoto berkunjung ke daerah-daerah selalu bertanya apakah sudah mendirikan koperasi atau belum. Atau, koperasinya sudah berjalan atau belum. "Nah, sosok Tjokroaminoto itu sekarang ada dalam diri Wamenkop kita," ungkap Hamdan.(*)
Artikel Terkait
KemenKop: Program COIN 2024 Jadi Media Pengembangan Strategis Koperasi Di Kota Metropolitan
Menkop Dukung Inkopdit Bikin Perusahaan Asuransi Sendiri, Asalkan Spin-Off
Kemenkop dan Inkopontren Siap Berkolaborasi Sukseskan Program MBG Di Lingkungan Pondok Pesantren