"Kolaborasi pemerintah bersama multisektoral diperlukan untuk kesuksesan implementasi program MBG ini. Dengan seluruhnya menggunakan bahan baku lokal sehingga dapat menggerakan ekonomi masyarakat,” ucap Menkop.
Menkop Budi Arie juga memastikan untuk pengadaan baku semuanya merupakan produk dalam negeri atau tidak ada impor. Hal ini dimaksudkan agar perputaran ekonomi masyarakat bisa berputar dan memberikan multiplier effect yang besar bagi perekonomian wilayah.
"Ini akan memberikan dampak yang besar bagi masyarakat karena ini yang bergerak adalah ekonomi bawah, jadi misalnya petani akan bersemangat karena ada offtakernya yaitu Badan Gizi Nasional (BGN)," kata Menkop Budi Arie.
Sementara itu Chef Profesional dari Unit Pelayanan Mitra Lanud Halim Perdana Kusuma Jonny Kusuma Hadi mengatakan dalam memenuhi program MBG ini tidak ada kendala yang berarti. Menu makanan yang disajikan dipastikan telah memenuhi standarisasi yang ditetapkan oleh BGN.
Baca Juga: Nah Loh! DPRD Geram Layanan Biskita Transpakuan Dihentikan: Inkonsistensi Pemkot Bogor!
"Tidak ada kendala dan untuk menu kami mengajukan ke BGN setelah diverifikasi tim ahli gizi dan disahkan oleh BGN," kata Jonny.
Untuk saat ini pihaknya telah memproduksi 1.500 paket MBG yang dibagikan kepada anak sekolah di sekitar Lanud Halim Perdana Kusuma. Untuk selanjutnya akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 11 ribu paket MBG sesuai dengan geospasial yang menjadi cakupan wilayah kerjanya.
"Jadi nanti akan ada dapur tambahan untuk memenuhi cakupan wilayah distribusi yang menjadi tanggung jawab kami," kata Jonny.(*)
Artikel Terkait
Menkop Dukung Inkopdit Bikin Perusahaan Asuransi Sendiri, Asalkan Spin-Off
Dukung Program MBG dan Swasembada Pangan, Menkop Dorong Pemda Perkuat Peran KUD
Logo Baru Diluncurkan, Menkop: Momentum Kebangkitan Koperasi