“Kita mulai dari hulu ke hilir, program kementerian sesuai dengan program Pemerintah,” kata Supomo.
KUD akan berperan sebagai distributor pupuk, bekerja sama dengan Pupuk Indonesia, untuk kemudian digunakan dalam pemupukan tebu.
Tujuan utama revitalisasi KUD adalah meningkatkan pendapatan petani dan pasokan bahan baku untuk pabrik gula, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produksi gula nasional.
Program ini juga mendukung program MBG dengan mendorong KUD untuk mengelola program tersebut secara menyeluruh dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
Baca Juga: Majukan Koperasi, Kemenkop dan DPRD Jateng siap Bersinergi
“KUD tidak hanya berperan sebagai badan hukum, tetapi juga sebagai badan usaha dengan skala ekonomi yang memadai,” jelasnya.
Pengembangan Kopontren
Di kesempatan yang sama, Wamenkop Ferry juga hadir bersilaturahmi ke Ponpes An Nur 2 Al-Murtadlo di Bululawang, Malang, sekaligus mengecek persiapan untuk pemberian bantuan pembiayaan oleh LPDB-KUMKM ke koperasi pesantren (kopontren).
“LPDB-KUMKM menerima tambahan anggaran sebesar Rp10 triliun. Dana ini akan digunakan untuk memperkuat program pembiayaan LPDB-KUMKM, khususnya untuk koperasi sektor riil,” terang Ferry.
Kolaborasi antara LPDB-KUMKM dan Ponpes An Nur 2 Al-Murtadlo telah berlangsung lama, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan koperasi.
Ia menegaskan, tambahan anggaran ini diharapkan dapat meningkatkan skala kegiatan LPDB-KUMKM dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi koperasi dan masyarakat sekitarnya.
“Dana tersebut akan disalurkan melalui berbagai program pembiayaan yang dirancang, untuk membantu koperasi meningkatkan kapasitas dan usahanya,” katanya.(*)
Artikel Terkait
Wamenkop Raih Penghargaan dalam Anugerah Robby Djohan Award, Berpengaruh Besar Terhadap Sosial Enterprenership
Resmi Dikukuhkan, Wamenkop Ferry Juliantono Menjadi Ketum IKA Unpad Periode 2024-2028
Wamenkop Luncurkan Koperasi Kaum Syarikat Islam Untuk Perkuat Ekonomi Kerakyatan