Kemenkop Jajaki Kemitraan Strategi Koperasi dengan BMN Dukung Kemajuan Industri Furnitur Nasional

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Sabtu, 11 Januari 2025 | 09:00 WIB
Kemenkop Jajaki Kemitraan Strategi Koperasi dengan BMN Dukung Kemajuan Industri Furnitur Nasional (Dims / Jurnalmetropolitan.com)
Kemenkop Jajaki Kemitraan Strategi Koperasi dengan BMN Dukung Kemajuan Industri Furnitur Nasional (Dims / Jurnalmetropolitan.com)

 

JURNALMETROPOLITAN.com - Kementerian Koperasi (Kemenkop) siap menjajaki kemitraan dengan PT Berdikari Meubel Nusantara (BMN) Living, dalam memajukan industri furnitur nasional, melalui kemitraan strategis dengan koperasi.

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono mengatakan, kunjungan ke lokasi pabrik BMN menjadi wujud apresiasi dan dukungan Pemerintah terhadap upaya BMN dalam mengembangkan industri furnitur dalam negeri.

“Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung proses produksi dan kualitas produk BMN, serta membahas potensi kerja sama yang saling menguntungkan antara Kemenkop dan BMN,” jelasnya usai melakukan kunjungan dan diskusi showroom dan pabrik BMN Living di Pasuruan, Jawa Timur, Jumat, 10 Januari 2025.

Baca Juga: Menkop: Program MBG Jadi Stimulus Peningkatan Gairah Koperasi Di Indonesia

Ferry menekankan, koperasi merupakan pilar utama perekonomian nasional yang berperan signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Untuk itu, Kemenkop terus mendorong sinergi antara koperasi dengan berbagai sektor industri. Termasuk industri furnitur, untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia juga meyakini, industri furnitur Indonesia memiliki potensi yang sangat besar di pasar global. Terbukti dari data Kemenko Perekonomian, nilai ekspor furnitur Indonesia mencapai 2,8 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun 2021, meningkat 33 persen dibandingkan tahun 2020.

Baca Juga: Usai Penetapan, Pasangan Dedie Rachim - Jenal Mutaqin Langsung Gaspol, Bakal Fokus pada Hal ini

Pada tahun 2022, nilai ekspor stabil di angka 2,9 miliar dolar AS. Produk-produk unggulan yang diminati di pasar internasional meliputi, meja konsol (console table), kursi dan bangku (stool) dari kayu dan rotan, keranjang rotan, dekorasi dinding, furnitur luar ruang dari kayu, aksesori dekoratif, dan peralatan dapur.

Sementara dari data Kementerian Perdagangan, produk-produk ini telah berhasil menarik minat pasar di kawasan Timur Tengah dan Afrika, dengan transaksi mencapai 6,11 juta dolar AS atau sekitar Rp 99,46 miliar dalam pameran internasional INDEX di Dubai.

“Meski begitu, kita masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan daya saing produk furnitur Indonesia di pasar global,” ucapnya.

Baca Juga: Tinjau Program MBG di Bogor, Ketua MPR RI Eddy Soeparno Bilang Begini

Wamenkop menambahkan dalam mengatasi hal tersebut, maka perlunya upaya bersama untuk meningkatkan kualitas dan inovasi produk.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X