JURNALMETROPOLITAN.com - Salah satu agenda Presiden Macron saat melakukan kunjungan ke Indonesia adalah menyambangi Candi Borobudur.
Kunjungan Presiden Macron ke Candi Borobudur turut didampingi oleh Presiden Prabowo.
Melalui unggahan di akun resmi Sekretariat Kabinet, tampak momen Macron, Brigitte, hingga Seskab Teddy yang menyentuh arca Buddha yang ada di dalam salah satu stupa.
Aksi tersebut mendapat sorotan publik, salah satunya dari Young Buddhist Association Indonesia (YBAI).
YBAI merupakan organisasi Buddhis yang khusus dalam perkembangan muda mudi Buddhis di Indonesia.
Melalui akun resmi Twitter atau X, YBAI mengingatkan bahwa melakukan aksi menyentuh arca Buddha di dalam stupa yang disebut dengan Kunto Bimo sudah tidak diperbolehkan.
“Bukan salah Presiden Macron, Ibu Negara Prancis Brigitte Macron, dan Letkol Teddy,” tulis YBAI dalam cuitan yang diunggah pada Jumat, 30 Mei 2025.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Berjanji Bantu Anak-Anak Korban Longsor: 'Saya Akan Jadi Ayah Asuh Mereka'
“Mungkin dari mereka tidak tahu bahwa melakukan mitos Kunto Bimo sudah tidak diperbolehkan lagi di Candi Borobudur,” imbuhnya.
Dalam pernyataan selanjutnya, YBAI mengungkapkan bahwa kebiasaan Kunto Bimo ini bisa memberikan dampak buruk bagi kelestarian Candi Borobudur.
Selain itu, YBAI juga mengimbau bagi pemandu wisata Candi Borobudur untuk menghormati stupa.
Baca Juga: Soal Tragedi Longsor Gunung Kuda, Gubernur Dedi Mulyadi Akan Sambangi Keluarga Korban
Salah satunya dengan tidak menaiki atau duduk di bebatuan Candi Borobudur.
Artikel Terkait
Nasib Stairlift di Candi Borobudur Usai Kunjungan Presiden Macron, Menteri Kebudayaan: Kita Coba Permanenkan
Momen Macron Tanya Lukisan Soekarno di Istana, Prabowo Jawab dengan Bangga: Presiden Pertama Kami
Presiden Emmanuel Macron Mengaku Senang Bisa Menyambangi Indonesia Lagi saat Tiba di Jakarta, Sebut Hubungan Baik Dua Negara