Nasib Stairlift di Candi Borobudur Usai Kunjungan Presiden Macron, Menteri Kebudayaan: Kita Coba Permanenkan

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Jumat, 30 Mei 2025 | 23:00 WIB

 

JURNALMETROPOLITAN.com - Pemasangan stairlift di Candi Borobudur sempat menjadi polemik di tengah masyarakat.

Muncul kekhawatiran bahwa pemasangan stairlift akan merusak struktur bangunan candi.

Namun, hal tersebut ditepis oleh pemerintah melalui istana dan Kementerian Kebudayaan yang menjamin bahwa bangunan candi akan tetap aman.

Baca Juga: Seminggu Sebelum Puncak Haji, Kemenag Klaim Lebih dari 200 Ribu Jemaah Calon Haji Indonesia Sudah Terima Kartu Nusuk

Terbaru, Fadli Zon mengungkapkan bahwa pemasangan stairlift tersebut akan dilakukan secara permanen.

“Ke depan, untuk inklusivitas di semua cagar budaya di dunia itu sudah dipasang,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon di kompleks Candi Borobudur kepada awak media pada Kamis, 29 Mei 2025.

“Kita harapkan sekaligus kemarin sudah rencanakan lama akan kita coba permanenkan,” tambahnya.

Baca Juga: Muncul Usulan Stairlift Candi Borobudur Dipasang Permanen, Istana: Nanti Bisa Dipertimbangkan

Ia juga menegaskan bahwa pemasangan saat ini adalah portable dan tidak merusak candi.

“Tidak ada merusak, tidak ada satu mur baut yang merusak batu, kita harapkan (permanen) nanti kita uji coba dulu ya,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Presidential Communication Office (PCO) atau Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi juga mengklaim ada usulan masuk tentang pemasangan permanen stairlift.

Baca Juga: Menkop: Kopdes/ Kel Merah Putih Jadi Saluran Distribusi Utama Komoditas yang Disubsidi Negara

“Gini, rencana awalnya kan dibikin untuk sementara, tapi sekarang ada masukan-masukan dari beberapa kelompok teman-teman buddhis ya, ada kelompok dari teman-teman yang juga pemerhati kebudayaan mengusulkan bahwa itu dibuat permanen saja,” ujar Hasan Nasbi kepada awak media di kawasan Pecenongan, Jakarta Pusat pada Rabu, 28 Mei 2025 lalu.

“Sebagai sebuah usulan, ini kayaknya usulan yang bagus, kan cagar budaya kita, tempat-tempat bersejarah kita juga inklusif buat orang-orang yang secara usia mungkin fisik punya keterbatasan,” imbuhnya.
***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X