Hasil Rembug Budaya Tempe merekomendasikan empat poin penting untuk Budaya Tempe sebagai Warisan Budaya Tak Benda yang dinominasikan oleh Kemenbud ke UNESCO, yaitu:
1. Agar Tempe dijadikan sebagai media diplomasi budaya kuliner Indonesia dan menjadi salah satu sajian utama di setiap jamuan kenegaraan, beragam kegiatan pemerintah pusat dan pemerintah daerah termasuk program Makan Bergizi Gratis, serta pelaku industri katering dan pariwisata seperti hotel dan resort.
2. Agar Pengrajin atau UMKM Tempe mendapatkan akses permodalan, teknologi dan pasar, baik lokal, regional, nasional bahkan internasional agar menjadi pangan yang mendunia.
3. Agar seluruh stakeholder mendorong riset dan inovasi dalam mengembangkan berbagai produk pangan dan suplemen berbasis tempe.
4. Tempe dan semua proses di dalamnya dapat menjadi media pembelajaran di dalam kurikulum pendidikan Sekolah Dasar dan Menengah, untuk menciptakan ekosistem kebudayaan kuliner berbasiskan tempe, disertai pembangunan tempat-tempat wisata yang mentransmisikan budaya tempe.
Baca Juga: BPJS Hewan Diwacanakan, Francine PSI: Bangun Dulu Minimal 15 Puskeswan
Hasil rekomendasi Rembug Budaya Tempe ini menjadi komitmen Gerakan Bersama seluruh stakeholder Tempe dan Bangsa Indonesia mengawal Budaya Tempe sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO. Tempe warisan budaya persembahan Indonesia untuk dunia.
Walikota Bogor Dedie A. Rachim yang hadir dalam penutupan Rembug Budaya Tempe hari ini menyampaikan bahwa dirinya merasa bersyukur karena ada produsen Tempe yang sudah menjadi exportir tempe ke 10 negara.
”Senang karena ternyata tempe disukai oleh warga di mancanegara, tetapi juga menambah rasa bangga kepada bangsa kita karena ternyata sudah berfikir sejak dahulu kala membuat makanan yang sederhana menjadi olahan yang luar biasa yang ternyata mengandung protein tinggi yang bisa menggantikan protein hewani, ini luar biasa," ujar Dedie A. Rachim.
Sementara itu, Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia, Prof Ahmad Sulaeman mengungkapkan, peringatan HARTEMPENAS tahun ini juga semakin bermakna dengan berjalannya program Makan Bergizi Gratis, di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Jemaah Haji Asal Indonesia Merokok di Kamar Hotel, Alarm Bunyi Hebohkan Lantai 19 Hotel Arab Saudi
Program andalan Kabinet Merah Putih ini, boleh dibilang bentuk hadirnya negara dalam pemenuhan gizi kelompok anak sekolah, ibu hamil dan kelompok rentan. Dan tempe menjadi bagian tak terpisahkan dalam pemenuhan protein nabati dalam menu yang disajikan di Program Makan Bergizi Gratis.
“Tempe yang merupakan pangan lokal bergelar ”superfood asli Indonesia”, dengan kandungan gizi yang luar biasa, dan harga yang terjangkau diharapkan bisa diterima dengan baik dan semakin dihargai oleh semua generasi termasuk generasi muda (Gen Z),” jelas Prof Ahmad Sulaeman,.
Dan saat ini, tempe juga sudah terbukti mudah diterima masyarakat di luar Indonesia karena nilai kandungan gizi dan berbagai manfaat lainnya yang dilahirkan dari hasil fermentasi. Bahkan diaspora kita yang tinggal di Texas Amerika Serikat seorang Doktor ahli Kimia, Xenia Tombokan beralih profesi dari pekerjaannya di perusahaan minyak menjadi pengrajin Tempe.
“Value yang terkandung dalam Tempe jika di edukasi dengan baik, terbukti bisa diterima masyarakat Amerika Serikat,” papar Xenia sebagai salah satu pelaku bisnis produksi tempe, di Texas, Amerika Serikat.
Artikel Terkait
Siapkan Kejuaran Dunia Atletik bagi Berkebutuhan Khusus, Qatar Hadiri Forum Atletik Internasional di Tunisia
Perbaiki Ekosistem Koperasi Kredit di Indonesia, Kemenkop Jalin Kolaborasi dengan Forum GKKI
SesKemenkop: Cooperative Business Forum 2024 Jadi Solusi Koperasi Masuk Rantai Pasok Program MBG