Zita Anjani Ungkap Pesan Presiden Prabowo saat Kunjungi Pengungsi Gunung Semeru, Sebut Arahan Penanganan dari Pusat

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Minggu, 30 November 2025 | 09:11 WIB
Utusan Khusus Presiden bidang Pariwisata Zita Anjani berdialog dengan anak2x yang terdampak erupsi Gunung Semeru di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Sabtu (22/11/2025).  (Dok. UKP Pariwisata)
Utusan Khusus Presiden bidang Pariwisata Zita Anjani berdialog dengan anak2x yang terdampak erupsi Gunung Semeru di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Sabtu (22/11/2025). (Dok. UKP Pariwisata)

JURNALMETROPOLITAN.com - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan pada Minggu pagi, 23 November 2025.

Menurut hasil laporan dari Pos Pengamatan Gunungapi Semeru, KESDM Badan Geologi PVMBG, untuk periode 00.00–06.00 WIB, terlihat cuaca terekam mendung dengan angin lemah ke barat laut.

Gunung Semeru kini masih berada di Level IV (Awas) dan statusnya belum diturunkan lagi usai erupsi pada Rabu, 19 November 2025 lalu.

Masih Terjadi Gempa yang Berasal dari Semeru

Dalam laporan yang sama, asap kawah membumbung hingga 1.000 meter dari puncak dan kolom asap dari dua letusan terjadi dengan ketinggian 500-700 meter ke arah barat daya.

Hari ke-4 pascaerupsi, aktivitas kegempaan yang masih terjadi tercatat 36 kali gempa letusan.

Kemudian, terjadi dua kali gempa guguran, dan 5 kali gempa hembusan dengan aktivitas yang masih intens.

Baca Juga: Pidato di KTT G20, Gibran Singgung MBG hingga Ketahanan Berkelanjutan di Dalam Negeri

Penetapan Jarak Aman Warga dari Gunung Semeru

PVMBG juga menekankan bahwa wilayah dalam radius 8 kilometer dari puncak harus steril dari aktivitas apapun.

Sementara itu, di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 kilometer dari puncak menjadi zona yang paling berbahaya dan tidak boleh dimasuki.

Bagi warga yang tinggal di luar radius tersebut, imbauan untuk menjaga jarak minimal 500 meter dari sempadan sungai tetap berlaku.

Potensi bahaya awan panas, guguran lava, hingga aliran lahar dapat bergerak cepat mengikuti lembah sungai, terutama pada Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, dan anak-anak sungai lainnya.

Baca Juga: Kontroversi Penggantian Ketum PBNU: Rapat Syuriyah Dinilai Tak Punya Hak Berhentikan Gus untuk

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X