Pidato di KTT G20, Gibran Singgung MBG hingga Ketahanan Berkelanjutan di Dalam Negeri

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Minggu, 30 November 2025 | 09:07 WIB
Wapres Gibran Rakabuming bicara soal MBG saat pidato sesi kedua KTT G20 (YouTube/Wakil Presiden RI)
Wapres Gibran Rakabuming bicara soal MBG saat pidato sesi kedua KTT G20 (YouTube/Wakil Presiden RI)

JURNALMETROPOLITAN.com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menjadi perwakilan Indonesia untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 di Johannesburg, Afrika Selatan.

Dalam acara tersebut, Gibran juga berkesempatan untuk melakukan pidato di hadapan para petinggi dari negara lain.

Salah satu topik yang diulas Gibran di pidatonya adalah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

MBG Sebagai Investasi Strategis

Pidatonya dimulai dengan mengapresiasi kepemimpinan Afrika Selatan yang dianggap sukses memajukan ketahanan energi, air, dan pangan.

Baca Juga: Kontroversi Penggantian Ketum PBNU: Rapat Syuriyah Dinilai Tak Punya Hak Berhentikan Gus untuk

Ia lalu menyebut jika ketahanan pangan, bagi Indonesia adalah kebutuhan yang mendasar bagi rakyat.

Sehingga, ketahanan pangan bukan lagi hanya sekadar menjadi agenda ekonomi saja.

“Oleh karena itu, Presiden Indonesia berfokus pada ketahanan pangan dan makanan bergizi gratis bagi 80 juta pelajar dan ibu hamil sebagai investasi strategis,” ujar Gibran dalam pidatonya, dikutip dari siaran YouTube Wakil Presiden RI pada Minggu, 23 November 2025.

Penggunaan Produk Lokal untuk Menyokong MBG

Gibran kemudian melanjutkan bahwa pelaksanaan program MBG itu memberikan pengaruh pada berbagai aspek.

“Hal ini mendorong penggunaan produk lokal, memberdayakan petani dan peternak, sekaligus memperluas kegiatan ekonomi di berbagai bidang,” imbuhnya.

Baca Juga: Saat Penemuan Rafflesia hasseltii Jadi Sorotan Internasional, Universitas Oxford: Lebih Sering Dilihat Harimau Ketimbang Manusia

Di akhir pidatonya, Gibran menyebut bahwa ketahanan bukan lagi sebuah slogan untuk Indonesia, tetapi sebuah kenyataan yang harus dihadapi sehari-hari.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X