Saat Penemuan Rafflesia hasseltii Jadi Sorotan Internasional, Universitas Oxford: Lebih Sering Dilihat Harimau Ketimbang Manusia

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Minggu, 30 November 2025 | 09:00 WIB
Mengintip kisah penemuan Rafflesia hasseltii di pedalaman hutan Sumatera Barat. (Instagram.com/@oxford_uni)
Mengintip kisah penemuan Rafflesia hasseltii di pedalaman hutan Sumatera Barat. (Instagram.com/@oxford_uni)

JURNALMETROPOLITAN.com - Penemuan bunga langka, Rafflesia hasseltii di hutan belantara Sumatera Barat (Sumbar) kini menjadi sorotan dunia.

Bunga raksasa yang mendapat julukan “si muka harimau” itu mekar di kawasan Hiring Batang Sumi, Kecamatan Sumpur Kudus, Sijunjung, setelah penantian panjang selama 13 tahun.

Sebelumnya diketahui, ekspedisi ini dipimpin ahli biologi Universitas Oxford, Dr. Chris Thorogood, bersama pemandu lokal asal Bengkulu, Septian Andriki, serta tim pendukung lainnya.

Penemuan Rafflesia hasseltii menjadi viral lantaran momen tersebut dinilai bukan hanya langka, tetapi juga menggugah emosi.

Septian, yang telah menanti bertahun-tahun untuk bisa melihat bunga ini mekar di habitat aslinya, tak mampu menahan air mata ketika kelopak Rafflesia hasseltii perlahan terbuka pada malam hari.

Baca Juga: Diduga Terlibat Cinta Terlarang dengan Dosen Untag, AKBP Basuki Dibayangi Vonis Berat di Sidang Etik

Dalam video yang beredar, terlihat Septian menangis haru saat melihat bunga itu mekar setelah bertahun-tahun melakukan pencarian di hutan lebat yang juga menjadi habitat harimau Sumatra.

Terkini, University of Oxford pun menyoroti momen langka tersebut melalui unggahan resmi mereka.

“Rafflesia hasseltii, tanaman yang lebih sering dilihat oleh harimau daripada manusia,” tulis Universitas Oxford melalui akun Instagram @oxford_uni, pada Sabtu, 22 November 2025.

Oxford menjelaskan perjalanan berat tim untuk menemukan bunga itu.

“Kemarin, Dr Chris Thorogood, termasuk Septian Andrikithat yang juga ada di video, berjalan siang dan malam melintasi hutan hujan Sumatera yang dijaga harimau untuk menemukan Rafflesia hasseltii," terangnya.

Baca Juga: Babak Baru Skandal Korupsi Kuota Haji era Menag Yaqut: dari Pemeriksaan Petinggi Travel hingga Isyarat Terduga Pelaku

“Hanya sedikit orang yang pernah melihat bunga ini, dan tim, luar biasanya, menyaksikannya mekar di malam hari,” tambah Oxford.

Cerita Pemandu Asal Bengkulu: Kerja Keras Bertahun-tahun

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X