Jumlah Tenaga Medis di Lokasi Banjir Sumatera Diklaim Masih Aman, Kemenkes Ungkap Belum Ada Rencana Datangkan Dokter dari Jawa

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Minggu, 30 November 2025 | 22:32 WIB
Banjir dan Longsor Landa Sumatera: Pemerintah Kirim Bantuan via Udara, Kemenkes Siagakan Fasilitas Kesehatan
Banjir dan Longsor Landa Sumatera: Pemerintah Kirim Bantuan via Udara, Kemenkes Siagakan Fasilitas Kesehatan

JURNALMETROPOLITAN.comKementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan warga yang terdampak banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh untuk mulai waspada dengan penyakit yang mungkin akan muncul.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengungkapkan fasilitas kesehatan di lokasi bencana sudah terkendali.

Ia menyebut bahwa tim dari Kemenkes sudah bergerak ke lokasi bencana setelah malam kejadian untuk merespons kejadian kedaruratan.

“Sejak kejadian, malamnya sudah berangkat, tim kami sudah berangkat,” ujar Benjamin kepada awak media di Kompleks Kepatihan, DIY, pada Sabtu, 29 November 2025.

Baca Juga: Kerugian Capai Rp13,9 Miliar Imbas Banjir-Longsor di Kabupaten Agam, 49 Rumah Rusak Berat

“Begitu terjadi banjir besar, maka pertama kali yang ditolong kan nyawa sama memberikan perlindungan dan makanan,” imbuhnya.

Mendirikan Posko Bantuan dan RS Darurat

Tim dari Kemenkes tersebut, kata Benjamin langsung bertugas untuk mendirikan posko layanan kesehatan dan RS Darurat bagi korban atau warga yang terdampak banjir serta longsor.

“Sudah, otomatis (RS darurat), tempat posko-posko sudah dibuat. Jadi, sekarang yang penting nyawa dulu diselamatkan,” katanya memastikan.

Kemenkes selanjutnya akan fokus dengan pelayanan kesehatan untuk warga terdampak banjir dan longsor di 3 provinsi tersebut.

Baca Juga: Ada Tim Reformasi Internal Polri, Pengamat Singgung Upaya Menghalangi Komisi Bentukan Presiden Prabowo

“Setelah nyawa diselamatkan, mencari korban, baru biasanya, setelah ini kan sekarang sarana prasarana hancur, maka kita akan lakukan sesuai dengan bidangnya,” jelas Benjamin.

“Kami kesehatan, ya pasti fokus untuk bagaimana pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya,” tambahnya.

Sementara itu, mengenai tambahan tenaga medis, menurutnya belum terlalu dibutuhkan karena jumlahnya di daerah tersebut masih aman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X