Mentan Amran Ungkap Praktik Serakahnomic di Bisnis Beras: Bicara Bagaimana Penggilingan Kecil Dimatikan

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Minggu, 30 November 2025 | 23:55 WIB
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman merespons cepat,''Lapor Pak Amran''. Dalam jumpa pers Mentan Amran menyampaikan memecat oknum Kementan yang terlibat dalam pemalakan petani.   (dok.kementan)
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman merespons cepat,''Lapor Pak Amran''. Dalam jumpa pers Mentan Amran menyampaikan memecat oknum Kementan yang terlibat dalam pemalakan petani. (dok.kementan)

Menteri pertanian itu mencontohkan sebuah produk beras bermerek tertentu yang disebut sebagai beras premium, ternyata memiliki tingkat patahan (menir) hingga 59 persen.

Baca Juga: Soal Polisi Aktif Harus Mundur dari Jabatan Sipil, Istana: Kami Ikuti Aturan MK

Padahal, standar patahan maksimum untuk kategori premium hanya sekitar 14 persen.

"Pecahannya 59 persen. Artinya menir, makanan ayam, dikemas bahwa ini adalah premium,” kata Andi dalam wawancara tersebut.

Temuan ini menjadi salah satu indikasi praktik yang ia sebut sebagai ‘Serakahnomic’, yakni pola bisnis yang mengutamakan keuntungan besar tanpa mempedulikan dampaknya pada petani maupun konsumen.

Subsidi yang Harusnya untuk Rakyat Ikut Dinikmati Pelaku Besar

Dalam penjelasannya, Amran juga menyinggung soal bagaimana pelaku besar turut menikmati manfaat dari skema yang seharusnya melindungi rakyat kecil.

Meskipun tidak merinci bentuk subsidi tersebut, Menpan menegaskan bahwa negara kini perlu berpihak kepada golongan yang selama ini dirugikan oleh praktik bisnis tak sehat di sektor pangan.

Amran menilai pembenahan sistem pangan nasional harus dilakukan secara menyeluruh agar kelompok kecil tidak lagi tersingkir.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X