Curhat Relawan Tunjukkan Gelondongan Kayu Besar Berserakan di Aceh Tamiang usai Terjangan Banjir Bandang

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Selasa, 23 Desember 2025 | 12:47 WIB
Menyoroti penuturan relawan bencana di Aceh Tamiang yang menemukan batang kayu super besar yang terbawa arus banjir bandang. (Instagram.com/@babang.amien)
Menyoroti penuturan relawan bencana di Aceh Tamiang yang menemukan batang kayu super besar yang terbawa arus banjir bandang. (Instagram.com/@babang.amien)



JURNALMETROPOLITAN.com - Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, hingga kini telah menyita perhatian publik Tanah Air. 

Banjir bandang kala itu menghancurkan berbagai area pemukiman warga di 3 provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.

Setiap warga dari berbagai kalangan, mulai dari otoritas pemerintah, TNI-Polri, hingga para relawan datang membantu para korban yang terdampak pascabencana besar itu melanda Tanah Sumatera.

Tidak sedikit di antara mereka yang turut berbagai kabar terkini melalui laman media sosial masing-masing.

Salah satunya, ditunjukkan seorang influencer Buni Amin dalam unggahan Instagram pribadinya @babang.amien, pada Sabtu, 20 Desember 2025.

Baca Juga: Danantara Indonesia dan BP BUMN Hadir untuk Rakyat: Lebih dari 1.000 Relawan dan 109 Truk Bantuan Dikerahkan Tangani Bencana Sumatera

Buni memperlihatkan, gelondongan kayu-kayu dari daerah hulu yang kini terdampar di area pemukiman warga Aceh Tamiang.

Hal yang mencengangkan tampak saat influencer itu menunjuk sebuah batang kayu super besar di sekitarnya.

"Batang kayu besar banget di aceh tamiang pasca banjir, belum pernah terjadi sebelumnya," tuturnya.

Gelondongan Kayu yang Terbawa Arus Banjir Bandang

Pascabanjir melanda Aceh Tamiang, para relawan telah banyak memberitakan tentang gelondongan kayu dengan ukuran besar yang terdampar di lokasi bencana, termasuk Aceh Tamiang. 

Temuan ini mengejutkan warga setempat karena belum pernah terjadi sebelumnya.

Menurut para relawan, ukuran kayu tersebut sangat panjang dan kokoh, bahkan diperkirakan cukup untuk membuat sebuah kapal.

Baca Juga: BNN Amankan 4 Ton Sabu hingga Pemusnahan Ladang Ganja Sepanjang Tahun 2025, Tangkap 1.174 Orang yang Terlibat 

"Satu kapal ini bisa satu kapal, kalian tahu nggak?" ujar seorang pria dalam video tersebut.

"Kayu ini juga nanti bisa mereka bangun untuk tapaknya mereka masing-masing," tutur seorang relawan lainnya sambil duduk di atas kayu besar itu.

Mengingatkan Tentang Kisah Nabi Nuh 

Dalam postingan yang sama, Buni mengingatkan keberadaan batang kayu raksasa ini menjadi bukti kuat dahsyatnya banjir yang membawa material besar dari hulu hingga ke pemukiman warga.

"Kayu ini bisa digunakan untuk kapal Nabi Nuh," ungkapnya.

Bagi yang belum tahu, Nabi Nuh AS terkenal dengan kisah kapal untuk mengarungi banjir besar. 

Ada banyak hikmah dan pelajaran yang dapat dipetik dari kisah Nabi Nuh, mengajarkan untuk menyembah Allah, meninggalkan maksiat, dan berbuat kebaikan.

Baca Juga: Blak-blakan Roy Suryo Soroti Foto Ijazah Jokowi Usai Gelar Perkara Khusus: Terlalu Kontras dan Jelas

Berdasarkan Qur'an Surah (Q.S) Asy-Syu'ara ayat 199-120, menggambarkan kisah Nabi Nuh yang membuat bahtera dari kayu besar atas perintah Allah swt.

Dalam firmannya, Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk membuat sebuah bahtera berupa kapal besar untuk mengangkut orang yang beriman beserta sepasang hewan. 

Atas perintah itu, Nabi Nuh mengumpulkan pengikutnya dan bergotong royong membuat bahtera dari kayu selama siang dan malam dalam beberapa tahun. 

Setelah bahtera itu dibuat dan tanda banjir besar bakal datang, Nuh memerintahkan pengikutnya untuk naik ke kapal. Perlahan, air bah pun mulai menggenang menenggelamkan daratan.

"Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan," demikian bunyi terjemahan surat Asy-Syu'ara ayat 119.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X