Modal Lampu Mobil, Warga Desa Pematang Durian Kompak Buka Akses Jalan yang Tertimbun Lumpur Banjir

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Rabu, 24 Desember 2025 | 12:13 WIB
Tangkapan layar warga Pematang Durian, Aceh Tamiang saat bergotong royong membuka akses jembatan yang tertutup lumpur. (TikTok/penguin.fittinghope)
Tangkapan layar warga Pematang Durian, Aceh Tamiang saat bergotong royong membuka akses jembatan yang tertutup lumpur. (TikTok/penguin.fittinghope)



JURNALMETROPOLITAN.com  - Semangat kebersamaan terpancar jelas di tengah duka banjir yang masih menyelimuti Desa Pematang Durian, Kabupaten Aceh Tamiang

Tak ingin terus terisolasi, warga setempat memilih untuk bahu-membahu membersihkan sisa-sisa bencana demi memulihkan akses penghubung desa yang sempat lumpuh total.

Aksi solidaritas ini terekam dalam unggahan video akun TikTok @penguin.fittinghope pada Senin, 22 Desember 2025. 

Video tersebut memperlihatkan puluhan warga yang tetap bekerja keras meski hari sudah gelap, demi memastikan jembatan desa kembali bisa dilalui.

Baca Juga: Teringat Anaknya yang Meninggal karena Banjir di Tapanuli Selatan, sang Ayah Cerita Detik-Detik Air Datang Bawa Kayu Gelondongan

Tanpa menunggu bantuan alat berat tiba, warga turun ke lapangan untuk menyingkirkan lapisan lumpur tebal yang menutup akses jembatan. 

Mengandalkan tenaga manual dan alat-alat sederhana, mereka berupaya membuka jalur distribusi bantuan dan mobilitas warga.

"Desa Pematang Durian, gotong royong untuk jalan akses ke desa," ujar salah seorang warga yang berada di lokasi saat merekam momen tersebut.

Baca Juga: Tak Ada Pilihan, Warga Desa Sekumur Terpaksa Konsumsi Air Genangan Banjir demi Bertahan Hidup

Kondisi lapangan yang minim pencahayaan tidak menyurutkan tekad mereka. 

Untuk melihat tumpukan lumpur yang harus dibersihkan, warga memanfaatkan lampu dari mobil yang diparkir menghadap ke arah jembatan sebagai sumber cahaya utama.

"Penerangan seadanya," imbuh warga tersebut dalam video, menggambarkan situasi darurat yang mereka hadapi.

Jembatan tersebut merupakan urat nadi penting bagi Desa Pematang Durian, sehingga pembersihannya menjadi prioritas utama warga agar bantuan logistik tidak terhambat.

Baca Juga: Duka Anak Aceh Tamiang: Berharap Sajadah untuk Mama dan Sedih Lihat Sekolah Hancur Diterjang Banjir

Meski lelah dan dalam keterbatasan alat, gelak tawa dan teriakan penyemangat sesekali terdengar di antara deru mesin mobil yang menerangi jalan. 

Akses jembatan ini diharapkan segera bersih sepenuhnya agar aktivitas desa bisa perlahan-lahan kembali normal.

Perjuangan warga Pematang Durian ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah terjangan bencana, kekuatan gotong royong tetap menjadi cahaya bagi mereka untuk segera bangkit dari keterpurukan.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X