Mengenai aksi joget-jogetnya yang viral, Hendrik juga meminta maaf karena telah membuat ketidaknyamanan.
“Bilamana ada kata yang menyakiti netizen, saya minta maaf apalagi ini masih dalam suasana lebaran,” ujarnya.
Tak hanya kepada warganet, ia turut menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Prabowo karena aksi viralnya itu.
“Saya juga memohon maaf kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang mungkin merasa risih tentang antara joget-joget dengan program MBG. Di situ kami tidak melecehkan masyarakat, di sini kami membantu program Pak Presiden memberi kualitas yang bagus, yang diharapkan,” terangnya.
Sementara dalam unggahannya yang lain, SPPG Pangauban yang terletak di Batujajar, Bandung Barat itu sudah ditegur mengenai layout dapur oleh Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II, Brigjen Doni Dewantoro.
Hendrik Irawan Joget-joget dengan Narasi Insentif Rp6 Juta per Hari
Hendrik menjadi perbincangan warganet usai pengakuannya mendapat insentif Rp6 juta per hari sambil joget-joget di sebuah ruangan dengan tulisan dan logo Badan Gizi Nasional (BGN).
Merasa dirugikan dengan viralnya video tersebut, Hendrik lantas mengambil langkah hukum untuk membuat laporan ke Polres Cimahi, Jawa Barat.
Adapun laporan tersebut akan ditujukan pada 2 akun Instagram yang menurutnya telah merugikan dirinya, yakni yang mengunggah video tanpa seizinnya dan pemberi komentar caci makin untuknya.
Menurutnya, videonya sedang berjoget tersebut ditambah narasi bahwa ia sedang bersenang-senang karena menerima uang tersebut.
“Si orang ini membuat narasi tidak baik, bahwa saya joget-joget menerima uang Rp6 juta,” tukasnya.
***
Artikel Terkait
Viral! SPPG Bantar Jaya 2 Bogor Cuci Ayam MBG di Tempat Wudu dan Toilet Masjid
Viral Konten Bandingkan MBG dengan Krisis Kemanusiaan di Palestina, Ustaz Hilmi Firdausi Ingatkan SPPG Fokus Pemenuhan Gizi Anak Indonesia
Mahfud MD Nilai MBG Program yang Bagus, namun Perlu Dibenahi Agar Manfaatnya Nyata untuk Warga