Ungkap Penutupan Berdampak pada Petugas SPPG Pangauban
Lebih lanjut, penghentian operasional sementara dapurnya membuat lebih dari 100 orang petugas di SPPG tersebut harus berhenti bekerja.
Seperti diketahui, program MBG akan kembali berjalan pada 31 Maret 2026 setelah periode libur Lebaran.
“Dengan hujatan Anda, dengan cacian Anda, dan laporan ke BGN, ada sekitar 150 relawan yang tidak akan bekerja atau produksi pada tanggal 31 Maret,” terang Hendrik.
“Saya sangat prihatin bagaimana nasib relawan saya yang bener-bener sudah semangat, karena setelah Lebaran kan keuangan juga habis. Tapi gimana lagi ya, dari BGN bilang SPPG Pangauban tidak bisa beroperasi,” tambahnya.
Sudah Persiapan MBG dan Meminta Maaf pada Penerima Manfaat
Dalam kesempatan tersebut, Hendrik membeberkan telah melakukan persiapan untuk produksi di tanggal 31 Maret 2026, salh satunya melakukan pre-order (PO) susu untuk penerima manfaat.
“Sekali lagi saya mohon maaf kepada netizen pada warga Jawa Barat pada anak-anak yang tadinya tanggal 31 Maret saya sudah PO susu, sudah merancang menu tapi kandas,” tuturnya.
Adapun mengenai pelaksanaan sehari-hari, Hendrik mengklaim bahwa dapurnya berjalan dengan menjaga kualitas.
“Dari pertama saya running ikut program pemerintah, tidak pernah ada komplainan besar. Menu kami dijaga, kualitas dijaga dengan dapur bagus tapi kenapa ini sampai setop?” imbuhnya.
“Tidak masalah saya pun mohon maaf kepada bapak Presiden selaku simbol negara selaku pimpinan tertinggi saya hormat kepada Bapak, saya juga terima kasih pada BGN. Ya, mungkin ini efek dari kekuatan netizen,” tukasnya.(*)
Artikel Terkait
Viral Konten Bandingkan MBG dengan Krisis Kemanusiaan di Palestina, Ustaz Hilmi Firdausi Ingatkan SPPG Fokus Pemenuhan Gizi Anak Indonesia
Kronologi Petugas SPPG di Bogor yang Diduga Cemari Area Masjid, Bermula saat Aktivitas Cuci Bahan Baku
SPPG Milik Pria yang Viral Gegara Pamer 'Rp6 Juta per Hari' Dibekukan usai Sempat Joget-joget di Dapur MBG Tanpa APD