JURNALMETROPOLITAN.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban, Batujajar, Jawa Barat usai mitranya, Hendrik Irawan, viral karena berjoget.
Melalui keterangan yang diunggah di akun Instagram miliknya, Hendrik kembali meminta maaf dan mengakui kesalahan berasal dari sikapnya sendiri.
“Saya memohon maaf kepada netizen yang terus menghujat saya meski saya udah klarifikasi,” ucap Hendrik, dikutip dari @hendrikirawan_d1213mbg pada Kamis, 26 Maret 2026.
“Saya diberhentikan oleh Ibu Nanik selaku BGN, mungkin netizen sudah merasa puas, yang penting saya udah minta maaf,” lanjutnya.
Mengaku Salah karena Konten Berjoget
Hendrik mengakui aksinya berjoget di SPPG adalah kesalahan yang ia buat sendiri.
Baca Juga: Beredar Video Insiden Mobil BYD di Bundaran HI, Sempat Terpental Lalu Tercebur ke Kolam Air Mancur
“Saya merasa kaget kok permasalahan ini menjadi besar, menjadi huru-hara. Emang sih, ini kesalahan saya karena tidak mematuhi protokol nge-dance di ruangan tempat saya yang saya tidak menyangka akan seviral ini,” ujar Hendrik.
Selain video berjoget dengan narasi Rp6 juta per hari, video lawasnya saat berjoget di ruangan pemorsian tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai SOP turut jadi sorotan.
Selain mengaku bersalah atas konten yang dibuat, Hendrik juga menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk mencela program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Mungkin netizen juga merasa puas atau merasa gimana ya, tidak apa-apa yang penting saya sudah meminta maaf beberapa kali kepada netizen,” kata Hendrik.
“Silakan mencaci saya habis-habisan, saya tidak ada niat melecehkan program Bapak Prabowo, tidak ada sedikit pun niat saya melecehkan rakyat Indonesia,” lanjutnya.
Artikel Terkait
Viral Konten Bandingkan MBG dengan Krisis Kemanusiaan di Palestina, Ustaz Hilmi Firdausi Ingatkan SPPG Fokus Pemenuhan Gizi Anak Indonesia
Kronologi Petugas SPPG di Bogor yang Diduga Cemari Area Masjid, Bermula saat Aktivitas Cuci Bahan Baku
SPPG Milik Pria yang Viral Gegara Pamer 'Rp6 Juta per Hari' Dibekukan usai Sempat Joget-joget di Dapur MBG Tanpa APD