Kasus Campak di Indonesia: Viral Cerita Pilu Seorang Ibu hingga Kemenkes Pastikan Faskes Punya APD untuk Nakes

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Selasa, 31 Maret 2026 | 13:08 WIB
Viral cerita pilu orang tua anak yang terkena campak. (TikTok/dheaaputri_ - Instagram/kemenkes_ri)
Viral cerita pilu orang tua anak yang terkena campak. (TikTok/dheaaputri_ - Instagram/kemenkes_ri)

Baca Juga: Berbagi Kebahagiaan di Momen Lebaran, Seskab Teddy Sebut Bazar Rakyat Beri Hiburan untuk Masyarakat dan Hidupkan UMKM

“Denger suara tangisan orang tuanya bikin satu ruangan nangis,” sambungnya.

Ingatkan Langsung Bawa Anak ke IGD jika Ruam Merah

Unggahan di TikTok tersebut kemudian diunggah ulang oleh akun Instagram @pempek_mama_aya yang ikut berbagi pengalamannya.

“Jangan anggap remeh penyakit campak. Jika anak demam tinggi, batuk, pilek, keluar ruam merah dari belakang telinga tolong segera ke IGD rumah sakit terdekat,” tulisnya pada bagian caption, dikutip pada Senin, 30 Maret 2026.

Ia kemudian menceritakan bahwa anaknya langsung dibawa ke IGD meski orang-orang di sekitarnya menyarankan untuk menunggu sampai satu badan penuh ruam sebagai tanda kondisi yang akan segera membaik.

“Jangan dianggap remeh ya ibu, daya tahan tubuh tiap anak itu berbeda dan ini bisa mematikan,” ungkapnya.

Baca Juga: Viral Warga Sintang Kalbar Gotong Royong Tarik Mobil yang Terjebak Lumpur di Jalan Rusak: Sudah Berpuluh-puluh Tahun Nggak Diperbaiki

“Kita bukan dokter jadi jangan semua penyakit dianggap remeh.
Jangan banyak denger kata orang begini, begitu, minum ini, minum itu. Sekali lagi kita bukan dokter Bu, serahkan pada ahlinya dan bawa ke rumah sakit itu yang paling tepat,” tegasnya.

Kondisi Penyakit Campak di Indonesia

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sendiri telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/1602/2026 tentang Kewaspadaan terhadap Penyakit Campak bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan.

Langkah tersebut diambil menyusul meningkatnya kasus campak dan terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) di sejumlah daerah di Indonesia.

Berdasarkan data hingga minggu ke-11 tahun 2026, tercatat sebanyak 58 Kasus Luar Biasa (KLB) campak di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi.

Jumlah kasus sempat mencapai 2.740 pada awal tahun, meskipun kini menunjukkan tren penurunan menjadi 177 kasus.

Baca Juga: Pria Diduga ODGJ di Grobogan Mengamuk, Bacok 6 Warga hingga Salah Satunya Meninggal Dunia

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X