Viralnya Ribuan Motor Trail-Listrik Berlogo BGN Tuai Sorotan Warga, Ternyata Diklaim untuk Operasional MBG

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Rabu, 8 April 2026 | 07:00 WIB
Menyoroti viralnya ribuan motor listrik hingga trail dengan berlogo BGN yang kini diklaim sebagai kendaraan operasional program makan bergizi gratis (MBG). (Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti viralnya ribuan motor listrik hingga trail dengan berlogo BGN yang kini diklaim sebagai kendaraan operasional program makan bergizi gratis (MBG). (Instagram.com/@undercover.id)

Belum Resmi Dibagikan

Meski rencana pembagian motor operasional MBG itu kini telah mencuat ke permukaan, Dadan memastikan motor tersebut hingga saat ini belum secara resmi didistribusikan kepada pihak terkait.

Dadan menilai, kendaraan yang telah tersedia masih harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat digunakan.

"Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan," jelasnya.

Bukan 70 Ribu, tapi 25 Ribu Unit

Lebih lanjut, Dadan menyebut proses realisasi pengadaan motor secara bertahap telah dimulai pada Desember 2025 lalu.

Baca Juga: Kronologi Pengeroyokan Tuan Rumah Pernikahan di Purwakarta, Bermula dari Gerombolan Preman yang Minta Uang 'Jatah'

Di tengah ramainya isu tersebut, sebagian kalangan mempertanyakan ihwal jumlah unit sepeda motor dalam pengadaan BGN itu.

Terlebih, ada informasi yang beredar di media sosial mengenai jumlah pengadaan yang mencapai 70.000 unit.

Perihal itu, Dadan menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar alias hoaks.

"Informasi 70.000 unit itu tidak benar," beber Dadan.

"Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," tandasnya.

Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan lanjutan dari pihak BGN terkait pembagian motor operasional MBG tersebut.(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X