Jejak Bersejarah Teungku Nyak Sandang, Orang Aceh yang Pernah Menyumbang Dana Pesawat Sipil Seulawah RI-001

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Rabu, 8 April 2026 | 06:00 WIB
Mengetahui rekam jejak fenomenal tokoh asal Aceh, Teungku Nyak Sandang yang dikabarkan tutup usia, pada Selasa, 7 April 2026. (Instagram.com/@tercyduk.aceh)
Mengetahui rekam jejak fenomenal tokoh asal Aceh, Teungku Nyak Sandang yang dikabarkan tutup usia, pada Selasa, 7 April 2026. (Instagram.com/@tercyduk.aceh)

 

JURNALMETROPOLITAN.com - Tokoh kenamaan asal Aceh, Teungku Nyak Sandang dikabarkan wafat di kediamannya, Desa Lhuet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, pada Selasa, 7 April 2026, pukul 12.20 WIB.

Kabar wafatnya Nyak Sandang bahkan hingga kini menjadi perhatian publik di media sosial, terutama tentang jejak bersejarah yang pernah dirinya lakukan bagi Indonesia.

"Kabar duka menyelimuti keluarga Nyak Sandang, kakek penyumbang pembelian pesawat RI pertama, Seulawah RI 001, itu meninggal dunia siang tadi," tulis postingan Instagram @tercyduk.aceh, pada hari yang sama.

Baca Juga: Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Dedie A. Rachim Resmi Nahkodai PAN Kota Bogor

Kini, pihak keluarga Nyak Sandang telah mengonfirmasi kabar duka tersebut.

Almarhum diketahui menghembuskan napas terakhir pada usia ke-100 tahun.

Untuk mengenang jasa Teungku Nyak Sandang, berikut ini cerita tentang rekam jejak bersejarah tokoh asal Tanah Rencong bagi terkenang bagi masyarakat Indonesia.

Sang Donatur Pesawat Seulawah RI 001

Menurut catatan sejarah, Nyak Sandang sejatinya memang dikenal sebagai tokoh saudagar asal Aceh yang menjadi donatur pesawat RI pertama, Seulawah RI 001.

Baca Juga: Kontroversi Petugas Satpol PP Jakarta vs Ibu-ibu PKL, Sebilah Pisau yang Dibawa sang Pedagang Dinilai Jadi Ancaman

Tokoh asal Tanah Rencong itu menjadi sosok yang turut berjasa dalam pembelian pesawat sipil pertama oleh Pemerintah Indonesia.

Pada 2025 lalu, Nyak Sandang pernah mendapatkan penghargaan Bintang Jasa Utama dari pemerintah atas jasanya.

Terlebih, saat dirinya bersedia dalam memberikan donasi ke Pemerintah Indonesia pasca-kemerdekaan 1945 untuk membeli pesawat sipil pertama bagi Indonesia itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X