JURNALMETROPOLITAN.com - Kementerian Pertanian terus memperkuat langkah transformasi sektor pertanian melalui kolaborasi strategis dengan kalangan akademisi. Kunjungan Menteri Pertanian ke IPB University menjadi momentum penting dalam mendorong pemanfaatan inovasi teknologi hasil riset kampus untuk mempercepat modernisasi dan hilirisasi pertanian nasional.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sinergi pentaheliks yang melibatkan akademisi, dunia usaha, pemerintah, masyarakat, serta media merupakan kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian ke depan.
“Sinergi pentaheliks: akademisi, dunia usaha, pemerintah, masyarakat, serta media merupakan salah satu kata kunci dalam menghadapi dampak dari berbagai situasi. Dengan kolaborasi, pemanfaatan sumber daya yang terbatas akan semakin optimal,” ujar Mentan Amran, Kamis (9/4/2026).
Mentan Amran menambahkan, kunjungan ke kampus IPB diharapkan memberikan dampak langsung terhadap percepatan adopsi teknologi dan inovasi, mulai dari hulu hingga hilir.
“Mulai dari penyediaan benih hingga hilirisasi, teknologi yang dihasilkan IPB harus bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh petani,” tegasnya.
Sebagai institusi pendidikan tinggi pertanian terkemuka, IPB dinilai tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga konsisten menghasilkan inovasi yang aplikatif bagi kebutuhan lapangan. Berbagai teknologi yang telah dihasilkan di antaranya benih unggul baru padi, inovasi persilangan ayam yang menghasilkan bibit unggul dengan cita rasa ayam kampung namun produktif seperti ayam ras, hingga alat pertanian yang lebih efisien dan aman seperti hand sprayer tipe gendong.
Seluruh inovasi tersebut dinyatakan siap untuk diadopsi dan dikembangkan lebih luas melalui dukungan Kementerian Pertanian.
Dalam forum diskusi bersama pimpinan, guru besar, dan peneliti IPB, Menteri Pertanian juga memaparkan berbagai capaian strategis pembangunan pertanian dalam dua tahun terakhir. Capaian tersebut antara lain keberhasilan menjaga ketersediaan beras nasional pada level tertinggi dalam dua dekade terakhir, peningkatan pendapatan petani, pertumbuhan PDB sektor pertanian, hingga penguatan hilirisasi komoditas perkebunan seperti kelapa dan gambir serta peningkatan ekspor sawit.
Transformasi yang dijalankan Kementerian Pertanian disebut telah memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.
Meski demikian, tantangan ke depan dinilai tidak ringan. Fenomena menua (aging) pada sumber daya manusia pertanian menjadi salah satu perhatian serius, di tengah persepsi bahwa sektor ini belum sepenuhnya menjanjikan kesejahteraan.
Mentan Amran menyampaikan, setidaknya terdapat tiga faktor utama untuk meningkatkan daya tarik sektor pertanian bagi generasi muda. Pertama, peningkatan produktivitas budidaya dan pengolahan hasil agar lebih optimal. Kedua, penguatan rantai pasok yang efisien sehingga memberikan harga yang layak bagi produsen. Ketiga, kebijakan yang memberikan insentif lebih baik, seperti deregulasi subsidi pupuk dan kebijakan harga pembelian pemerintah yang berpihak kepada petani.
Artikel Terkait
Titiek Soeharto Sentil Mentan Amran soal Kedelai, Konsumsi Dalam Negeri Banyak tapi Masih Impor
Banjir Sumatera: Mentan Amran Pastikan Stok Pangan Aman, Pemerintah Kirim Ribuan Ton Beras dan Minyak Goreng
Mentan Amran Ungkap Praktik Serakahnomic di Bisnis Beras: Bicara Bagaimana Penggilingan Kecil Dimatikan