Sementara itu, Rektor IPB menyampaikan apresiasi atas kinerja Kementerian Pertanian dalam mentransformasi sistem pangan nasional.
“Kami di IPB menyampaikan apresiasi atas kerja keras Pak Menteri Pertanian beserta jajaran. Indonesia telah melakukan transformasi sistem pangan dan pertanian sehingga kita mampu mencapai swasembada beras, dan ke depan kita harapkan juga pada komoditas pangan lainnya,” ujarnya.
Ia menegaskan, IPB siap memberikan dukungan penuh melalui inovasi dan penguatan sumber daya manusia.
“IPB akan mendukung sepenuhnya dengan seluruh inovasi yang ada, termasuk SDM kami, baik dosen, peneliti, maupun mahasiswa, untuk membantu transformasi yang dilakukan Kementerian Pertanian. Tantangan ke depan semakin kompleks dan dinamis, sehingga kolaborasi ini menjadi sangat penting,” lanjutnya.
Rektor juga menjelaskan bahwa pertemuan tersebut dibangun dalam semangat ko-kreasi, di mana kedua pihak duduk bersama untuk membahas persoalan nyata di lapangan sekaligus merumuskan solusi berbasis inovasi.
“Hari ini kami membangun model kolaborasi dalam bentuk ko-kreasi, mendiskusikan masalah, solusi, dan bagaimana inovasi yang sudah kami hasilkan bisa diadopsi dan dimanfaatkan. Kami juga mendapatkan banyak masukan agar riset ke depan lebih tepat guna dan efektif,” jelasnya.
Salah satu inovasi unggulan yang disoroti adalah varietas padi IPB 9G yang dinilai berkontribusi signifikan terhadap pencapaian swasembada beras. Permintaan produksi benih varietas tersebut pun meningkat tajam.
“Tahun lalu sekitar 4.000 ton, tahun ini kami targetkan 12.500 ton, namun tadi diminta untuk ditingkatkan lagi,” ungkapnya.
Selain itu, IPB juga mengembangkan inovasi probiotik ayam untuk meningkatkan produktivitas ternak, serta berbagai inisiatif berbasis startup yang digerakkan oleh alumni dan mahasiswa.
Di sektor perkebunan, kolaborasi juga diarahkan pada pengembangan komoditas bernilai tinggi seperti kopi, durian, dan alpukat. Salah satu rencana konkret adalah penyiapan sekitar 1,7 juta benih kopi yang akan dikembangkan di lahan binaan melalui skema perhutanan sosial seluas kurang lebih 700 hektare.
Kolaborasi strategis antara Kementerian Pertanian dan IPB ini diharapkan menjadi model sinergi yang mampu mempercepat transformasi pertanian Indonesia menuju sektor yang modern, produktif, dan berdaya saing global.
Artikel Terkait
Titiek Soeharto Sentil Mentan Amran soal Kedelai, Konsumsi Dalam Negeri Banyak tapi Masih Impor
Banjir Sumatera: Mentan Amran Pastikan Stok Pangan Aman, Pemerintah Kirim Ribuan Ton Beras dan Minyak Goreng
Mentan Amran Ungkap Praktik Serakahnomic di Bisnis Beras: Bicara Bagaimana Penggilingan Kecil Dimatikan