nasional

Jejak Panjang Indonesia di Sidang Umum PBB: Dari Pidato 'Membangun Dunia Kembali' era Soekarno hingga Kini Kesempatan Emas Prabowo

Selasa, 30 September 2025 | 20:23 WIB
Momen Presiden RI Prabowo Subianto berpidato di sidang umum PBB ke-80. (Instagram/prabowo)

Dalam pidatonya, ia menentang imperialisme dan kolonialisme serta menawarkan Pancasila sebagai ideologi alternatif bagi dunia.

Gagasan itu kemudian dikenang sebagai salah satu pidato bersejarah PBB, bahkan ditetapkan UNESCO sebagai Memory of the World pada 2023 lalu.

Soeharto dan “Pesan Jakarta”

Baca Juga: Menkeu Purbaya Contohkan Protes Hotman Paris Jadi Indikator Keberhasilan Strategi Guyuran Rp200 Triliun ke Himbara

Presiden ke-2 RI, Soeharto tercatat pernah dua kali berbicara di Sidang Umum PBB, yakni pada 24 September 1992 dan Oktober 1995.

Pada 1992, ia menyampaikan “Pesan Jakarta” yang merupakan hasil KTT Gerakan Non-Blok di Jakarta, mewakili 108 negara anggota.

Tiga tahun kemudian, Soeharto kembali berpidato pada peringatan 50 tahun berdirinya PBB, menegaskan komitmen Indonesia pada kerja sama internasional.

Megawati Dorong Reformasi PBB

Estafet pidato di panggung PBB juga pernah dilanjutkan oleh Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.

Ketum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu diketahui hadir dua kali, yakni pada 2001 dan 2003.

Baca Juga: Menilik Defisit APBN Rp321,6 Triliun hingga Agustus 2025 dan Tantangan Fiskal Pemerintah

Dalam pidatonya, Megawati menekankan perlunya reformasi mendasar dalam tubuh PBB agar lembaga tersebut lebih efektif dan relevan dalam merespons tantangan global.

SBY Paling Aktif Berbicara

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi presiden yang paling sering hadir di podium PBB.

Sepanjang masa pemerintahannya 2004–2014, ia tercatat sudah 6 kali berpidato, dimulai pada Sidang Umum ke-62 pada 2007 silam.

Halaman:

Tags

Terkini