Dalam pidatonya, ia menentang imperialisme dan kolonialisme serta menawarkan Pancasila sebagai ideologi alternatif bagi dunia.
Gagasan itu kemudian dikenang sebagai salah satu pidato bersejarah PBB, bahkan ditetapkan UNESCO sebagai Memory of the World pada 2023 lalu.
Soeharto dan “Pesan Jakarta”
Presiden ke-2 RI, Soeharto tercatat pernah dua kali berbicara di Sidang Umum PBB, yakni pada 24 September 1992 dan Oktober 1995.
Pada 1992, ia menyampaikan “Pesan Jakarta” yang merupakan hasil KTT Gerakan Non-Blok di Jakarta, mewakili 108 negara anggota.
Tiga tahun kemudian, Soeharto kembali berpidato pada peringatan 50 tahun berdirinya PBB, menegaskan komitmen Indonesia pada kerja sama internasional.
Megawati Dorong Reformasi PBB
Estafet pidato di panggung PBB juga pernah dilanjutkan oleh Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.
Ketum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu diketahui hadir dua kali, yakni pada 2001 dan 2003.
Baca Juga: Menilik Defisit APBN Rp321,6 Triliun hingga Agustus 2025 dan Tantangan Fiskal Pemerintah
Dalam pidatonya, Megawati menekankan perlunya reformasi mendasar dalam tubuh PBB agar lembaga tersebut lebih efektif dan relevan dalam merespons tantangan global.
SBY Paling Aktif Berbicara
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi presiden yang paling sering hadir di podium PBB.
Sepanjang masa pemerintahannya 2004–2014, ia tercatat sudah 6 kali berpidato, dimulai pada Sidang Umum ke-62 pada 2007 silam.
Artikel Terkait
Jadi Menko Polkam Baru, Djamari Chaniago Beberkan Arahan Perdana Presiden Prabowo hingga Respons Reformasi Kepolisian
Lintasan Perombakan Kabinet Prabowo yang Penuh Kejutan: Ganti Mendikti Saintek hingga Isi Kursi Menpora
Di Balik Gelombang Reshuffle Kabinet Prabowo, Ada Tokoh Sentral yang Datang dan Pergi Sejak era Presiden SBY