Jejak Panjang Indonesia di Sidang Umum PBB: Dari Pidato 'Membangun Dunia Kembali' era Soekarno hingga Kini Kesempatan Emas Prabowo

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Selasa, 30 September 2025 | 20:23 WIB
Momen Presiden RI Prabowo Subianto berpidato di sidang umum PBB ke-80.  (Instagram/prabowo)
Momen Presiden RI Prabowo Subianto berpidato di sidang umum PBB ke-80. (Instagram/prabowo)

JURNALMETROPOLITAN.com - Setelah hampir satu dekade Presiden Indonesia tidak hadir langsung di podium Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kini giliran Prabowo Subianto yang akan berbicara di forum musyawarah dunia.

Ketua DPR RI, Puan Maharani menilai kehadiran sang Presiden RI dalam Sidang Umum ke-80 PBB dipandang sebagai kelanjutan tradisi panjang diplomasi Indonesia.

“Ini merupakan pidato Presiden Republik Indonesia yang ditunggu-tunggu setelah hampir 10 tahun tidak ada Presiden Indonesia yang hadir di sidang PBB,” kata Puan Maharani kepada awak media di Jakarta, pada Senin, 22 September 2025.

Sebelumnya diketahui, Prabowo memang telah tiba di New York, Amerika Serikat (AS), pada Sabtu, 20 September 2025.

Baca Juga: Saat Pengakuan Palestina oleh Inggris dan Sekutunya Picu Ancaman Baru Israel, Justru Jadi Secerca Harapan Menuju Perdamaian

Sekretaris Kabinet (Setkab), Teddy Indra Wijaya bahkan sempat menyampaikan, Prabowo dijadwalkan berpidato di Sidang PBB pada Selasa, 23 September 2025 mendatang.

“Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan pidato pada sesi Debat Umum di Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat,” kata Teddy dalam pernyataannya, pada Minggu, 21 September 2025.

Diketahui, Prabowo akan berbicara pada urutan ketiga setelah Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva dan Presiden AS, Donald Trump.

Kini, publik menunggu arah pidato yang akan disampaikan, termasuk kemungkinan menyinggung isu kemerdekaan Palestina yang sering digaungkan RI di berbagai kesempatan dalam forum dunia.

Di sisi lain, terdapat sederet jejak sejarah yang menunjukkan besarnya peran RI di panggung PBB sejak era Presiden ke-1 RI, Soekarno hingga kini menjadi kesempatan emas Presiden Prabowo. Berikut ulasan selengkapnya.

Baca Juga: Sempat Jadi Polemik, Momen Menkeu Purbaya Sindir Ekonom yang Ragukan Data Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,12 Persen dari BPS

Soekarno: Membangun Dunia Kembali

Tradisi pidato presiden Indonesia di Sidang Umum PBB dimulai oleh Presiden Soekarno.

Tepatnya, pada 30 September 1960, Bung Karno menyampaikan pidato berjudul “To Build the World Anew” atau dalam Bahasa Indonesia berarti: Membangun Dunia Kembali.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X