nasional

Buntut Insiden Banjir-Longsor di Sumut, DPR Minta Relokasi Sekolah hingga Jalur Alternatif Logistik

Minggu, 30 November 2025 | 18:28 WIB
Petugas dan Warga masyarakat bahu-membahu membuka akses jalan di lokasi LOngsor Sumatera Utara, diperkirakan hingga 3-4 hari mendatang akses jalan baru bisa terbuka untuk mengirimkan logistik bantuan. (Foto : Dok.BNPB)

Dampak Banjir-Longsor di 9 Kecamatan

Hujan ekstrem memicu banjir dan longsor juga terjadi di 9 kecamatan, yakni Pandan, Sarudik, Kolang, Tukka, Badiri, Lumut, Barus, Sorkam, dan Pinangsori.

Baca Juga: Meski Sama-sama Hak Istimewa Presiden, Ini Bedanya Rehabilitasi yang Didapat Ira Puspadewi vs Abolisi pada Tom Lembong

Lebih dari 1.902 rumah serta 1.902 kepala keluarga terdampak. Material longsor menutup sejumlah titik jalan dan menghambat distribusi bantuan.

Abdul memastikan, BPBD masih menyalurkan permakanan sambil membersihkan akses.

“BPBD bersama tim gabungan masih melakukan pembersihan material longsor serta menyalurkan bantuan permakanan bagi warga terdampak,” tegas Abdul.

DPR Soroti Dampak Terputusnya Logistik

Secara terpisah, Ketua DPR RI, Puan Maharani meminta pemulihan infrastruktur dilakukan segera dengan membangun kembali dengan standar lebih tahan bencana.

Puan menyoroti dampak terputusnya akses logistik yang ikut menahan aktivitas sekolah, petani, dan pelaku UMKM.

“Segera relokasi sementara sekolah dan jalur alternatif logistik, agar pemulihan pendidikan dan ekonomi tidak tertunda,” kata Puan Maharani dalam pernyataan resminya, pada Rabu, 26 November 2025.

Baca Juga: Selain Ira Puspadewi yang Diberi Hak Rehabilitasi oleh Prabowo, Pernah Terjadi Hal Serupa di era Gusdur

Ketua DPR RI itu menambahkan, bantuan ekonomi harus masuk cepat, karena sekolah dan ekonomi bergantung pada akses transportasi.

“Sekali jalan terputus, sekolah tak bisa diakses, petani dan UMKM tak bisa angkut hasil,” ujar Puan.

Di sisi lain, DPR RI berjanji mengawal pemulihan hingga tanggap darurat selesai.

“DPR akan mengawal setiap meter jalan, setiap anak kembali ke sekolah, setiap petani bisa angkut lagi hasil panen,” tandas Puan.

Halaman:

Tags

Terkini