nasional

Dua Bulan Pascabanjir Bandang, Kecamatan Sawang di Aceh Utara Masih Kesulitan Akses Jalan Darat

Jumat, 30 Januari 2026 | 09:09 WIB
Puluhan anak berseragam sekolah terhenti akibat akses jalan terputus di Desa Riseh Tunong, Aceh Utara, pascabanjir bandang. (Foto: Instagram.com/@rully_xabian)

Kondisi tersebut menyulitkan serta membahayakan warga dan anak-anak sekolah yang akan melintas karena harus turun ke lokasi bekas aliran banjir.

“Harapannya ya mohon pihak–pihak terkait, Pemda agar segera menangani jalan agar bisa menuju ke sekolah,” ucap salah satu guru dalam video tersebut.

Upaya Pembangunan Jalan Darurat dan Update Huntara Warga Terdampak

Di sisi lain, jembatan darurat penghubung Desa Riseh dan Dusun Cot Calang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara sudah dapat dilalui masyarakat, baik road dua maupun roda empat.

Pembangunan jembatan dilakukan oleh personel BKO Brimob Polda Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Polres Lhokseumawe.

Jembatan darurat tersebut diharapkan bisa menjadi penunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok, hingga kelancaran kegiatan ekonomi dan sosial.

Baca Juga: Cerita Warga Cisarua ke KDM saat Detik-detik Longsor Menghantam: Ada Suara Gemuruh, Langsung Lari Keluar Rumah

Selain jembatan darurat, Pemkab Aceh Utara juga masih memiliki PR untuk bisa menyelesaikan pembangunan hunian sementara (huntara).

Pembangunan huntara perlu dikebut untuk bisa rampung dan ditempati oleh warga terdampak sebelum 18 Februari 2026, di mana umat Islam akan masuk bulan Ramadan.

Sementara itu, korban jiwa di Aceh Utara akibat banjir bandang dan tanah longsor November 2025 lalu menyebabkan 345 orang meninggal dunia, 6 orang masih hilang, dan lebih dari 33 ribu orang mengungsi yang tersebar di 12 kecamatan.(*)

Halaman:

Tags

Terkini