nasional

Update Kronologi Teror Air Keras terhadap Andrie Yunus versi Polisi: Pelaku Sempat Ikut Berhenti saat Korban ke SPBU

Senin, 30 Maret 2026 | 13:15 WIB
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Iman Imanuddin. Polda Metro Jaya menjadi pusat pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. (Dok. tribratanews.polri.go.id)

Dugaan ini berdasarkan analisis dari pakaian dan kendaraan yang kemudian teridentifikasi serupa dengan pelaku di tempat kejadian perkara (TKP).

Korban Termonitor saat ke SPBU

Setelah dari SPBU, polisi menemukan kendaraan lain yang diduga bagian dari kelompok pelaku.

Kendaraan kedua ini berperan memantau pergerakan korban menuju lokasi kejadian.

"Selanjutnya, termonitor setelah dari SPBU, posisi sudah ada yang menunggu," papar Iman.

"Ini adalah bagian dari kelompok terduga pelaku, adalah kendaraan kedua yang melakukan monitoring terhadap korban," jelasnya.

Papasan di Cempaka Putih

Polisi menuturkan, aksi penyiraman terjadi di TKP saat pelaku berpapasan dengan korban di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Dalam rekaman CCTV, terlihat salah satu pelaku menyiramkan cairan berbahaya ke arah korban sebelum melarikan diri.

Baca Juga: Menkop Tegaskan Koperasi Untuk Ekspansi ke Sektor Strategis

Setelah melakukan aksinya, kedua pelaku melarikan diri menggunakan dua sepeda motor dengan arah berbeda.

Iman menyebut, salah satu pelaku bahkan sempat melawan arus lalu lintas.

Dalam pelariannya, pelaku terekam CCTV di kawasan Jalan Diponegoro.

Polisi menduga cairan berbahaya tersebut sempat mengenai tubuh pelaku, sehingga mereka terlihat membersihkan diri menggunakan air mineral.

"Yang depan, yang menggunakan kaos merah, itu kami duga pakaian luarnya sudah dilepas, karena terlihat pada saat di TKP itu menggunakan kemeja dengan motif batik warna biru," ungkap Iman.

Halaman:

Tags

Terkini