Update Kronologi Teror Air Keras terhadap Andrie Yunus versi Polisi: Pelaku Sempat Ikut Berhenti saat Korban ke SPBU

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Senin, 30 Maret 2026 | 13:15 WIB
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Iman Imanuddin. Polda Metro Jaya menjadi pusat pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. (Dok. tribratanews.polri.go.id)
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Iman Imanuddin. Polda Metro Jaya menjadi pusat pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. (Dok. tribratanews.polri.go.id)

JURNALMETROPOLITAN.com - Sebagian publik di Tanah Air tengah ramai menyoroti kasus penyiraman air keras yang dialami aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Sebelumnya diketahui, insiden teror air keras terhadap Andrie Yunus terjadi di Kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada 12 Maret 2026.

Terkini, Polda Metro Jaya mengungkapkan kronologi kasus penyiraman air keras yang dialami sang aktivis saat perjalanan pulang dari kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin menuturkan, beberapa jam sebelum kejadian, korban Andrie mendatangi kantor YLBHI pada pukul 19.45 WIB untuk mengikuti podcast.

Berdasarkan rekaman CCTV yang ditampilkan, Andrie terlihat keluar dari kantor tersebut pada pukul 23.22 WIB.

Baca Juga: Penerima Manfaat ‘Ganti Atap Rumah Wartawan’ Ceritakan Penggantian Atapnya yang Semula Seng Berkarat Menjadi Alduro

"Sejak dari kantor YLBHI, termonitor berdasarkan CCTV yang kami ambil, itu sudah ada yang mengikuti oleh terduga pelaku, orang tak dikenal (OTK)," kata Iman dalam konfeensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, pada Rabu, 18 Maret 2026.

Lantas, bagaimana poin-poin penting yang disampaikan pihak kepolisian atas insiden teror yang dialami aktivis KontraS tersebut? Berikut ulasannya.

Pelaku Lebih dari 2 Orang

Berdasarkan laporan Polda Metro Jaya, rekaman CCTV menunjukkan pelaku lebih dari 2 orang.

Hal itu, karena saat korban keluar dari kantor YLBHI, tertangkap kamera ada pengendara motor yang memberikan kode kepada sepeda motor lainnya.

Sepeda motor itu ditumpangi 2 orang yang diduga sebagai eksekutor dalam aksi tersebut.

Kemudian, terduga eksekutor lalu mengikuti pergerakan korban, bahkan ikut berhenti di SPBU Bright Cikini saat korban mengisi BBM.

Baca Juga: Menkop: Keadilan Ekonomi Adalah Perintah Keimanan, Bukan Sekadar Teori

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X