Mandhara menyebut, Universitas Negeri Yogyakarta memang merupakan universitas nyata, namun AI-BioMedicine Research Group, IMCDS-BioMed Research Foundation nampaknya adalah lembaga fiktif.
"Dengan cara ini, pelaku mendapatkan dana travel grant yang membuat mereka bisa keluar negeri secara gratis," jelasnya.
Setelah viral di jagat maya, salah satu pihak yang terseret, Rifaldy Fajar kini akhirnya buka suara atas kasus tersebut.
Respons Rifaldy Fajar cs
Menanggapi isu yang berkembang, Rifaldy menyatakan pihaknya masih menyusun penjelasan secara runtut sebelum memberikan klarifikasi secara menyeluruh kepada publik.
"Kami akan klarifikasi satu per satu. Tapi mohon tunggu dulu karena kami perlu menyusun runtutannya," tulis Rifaldy melalui unggahan Threads, @rifaldyfajar yang dikutip pada Selasa, 26 Mei 2026.
Rifaldy juga menyebut informasi yang saat ini ramai beredar di media sosial menurutnya tidak sepenuhnya sesuai fakta.
"Kami menyayangkan karena hingga saat ini belum ada upaya tabayyun atau klarifikasi langsung kepada kami sebelum semuanya disebarkan secara luas ke publik," tandasnya.
Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan resmi dari otoritas terkait ihwal dugaan pemalsuan riset oleh WNI dalam konferensi ISPPD 2026 di Denmark tersebut.(*)