nasional

Tim Keamanan KTT G20, Siap Kerja mulai dari Pengawalan, Prakira Bencana hingga Larangan Main Layang-layang

Senin, 14 November 2022 | 10:50 WIB
Alutsista TNI AL di pengamanan KTT G20 (Twitter @Puspen_TNI)

Salah satu ancaman siber antara lain spear phishing, malicious document atau virus yang ditempelkan pada dokumen, hijacking, fake wifi hingga operasi malware.

BSSN bertugas mengolaborasikan beberapa rencana pengamanan siber dengan stakeholder terkait, seperti TNI, Polri, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kemenkominfo, Kementerian Kesehatan, Sekretariat Kabinet, dan sejumlah pihak lainnya,

Baca Juga: Ada Tujuan Wisata Edukasi Baru di Jogja, Cek di Sini Ya

Sebelum acara, BSSN telah melakukan audit sistem manajemen informasi, pengukuran tingkat keamanan siber, serta memonitor anomali traffic dan potensi ancaman siber.

Pada saat acara, BSSN akan melakukan monitoring anomali traffic, pemantauan informasi insiden, pengamanan sinyal dan kontra penginderaan, serta melakukan digital forensik.

Setelah acara BSSN akan mengidentifikasi celah keamanan siber dan potensi ancaman pengungkapan data serta melakukan digital forensik dan insiden respons. Hal itu dilakukan agar penyelenggaraan KTT G20 bisa terlaksana dengan baik.


Atur layang-layang supaya tak ganggu KTT G20

Selama penyelengaraan KTT G20 Pemerintah Provinsi Bali mengimbau masyarakat untuk tidak menaikkan layang-layangnya untuk menghindari terjadinya gangguan baik terhadap jalur penerbangan maupun jaringan kelistrikan kita.

Imbauan penghentian menaikkan layang layang saat even KTT G20 berlangsung serta penerapan SE Gubernur Bali No 82 Tahun 2022 ini mendapat apresiasi serta dukungan dari komunitas layang layang di Bali.

Baca Juga: Ada (Hantu) Farel Prayoga di Indosiar, Kok Bisa?

Ketua Komunitas Layangan Pelangi I Kadek Armika dan Wakil Umum Ketua Layangan Cerdas I Nyoman Sudita SH. MH sepakat menyampaikan komitmennya mendukung gelaran G20 dan penerapan SE Gubernur Bali tersebut.

Pihaknya siap tidak menaikkan layang-layang terutama di Bulan November untuk menjaga keamanan dan keandalan kelistrikan di Bali, khususnya menyukseskan pelaksanaan Presidensi G20.

Untuk memastikan keandalan pasokan listrik selama KTT G20, PLN juga menerjunkan 550 petugas siaga untuk mengamankan pembangkit sampai dengan lokasi venue acara setiap hari.

Mayoritas dari personel ini bertugas mengamankan jalur distribusi sebanyak 436 orang. Sementara 28 petugas di antaranya akan siaga di pembangkit Bali dan Jawa, 52 personel akan mengamankan transmisi, 18 petugas piket patroli jaringan, dan 16 orang piket pengatur beban.

Baca Juga: Tanpa Cristiano Ronaldo, Ini Strategi Manchester United Hadapi Fullham

Halaman:

Tags

Terkini