Tim Keamanan KTT G20, Siap Kerja mulai dari Pengawalan, Prakira Bencana hingga Larangan Main Layang-layang

photo author
Aliefien Sutopo, Jurnal Metropolitan
- Senin, 14 November 2022 | 10:50 WIB
Alutsista TNI AL di pengamanan KTT G20 (Twitter @Puspen_TNI)
Alutsista TNI AL di pengamanan KTT G20 (Twitter @Puspen_TNI)

Selaku Ketua Satgas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Nasional BNPB turut menjelaskan perkembangan dan penanganan PMK di Provinsi Bali.

Baca Juga: Al-Muwallad Dicoret dari Skuad Piala Dunia Arab Saudi karena Doping

Sejak 15 Agustus lalu, Provinsi Bali telah dinyatakan sebagai daerah zero reported case PMK. Penerapan biosecurity, vaksinasi, dan testing diperketat.

Suharyanto juga menjelaskan bahwa BNPB telah membentuk 3 posko biosecurity di wilayah Bali dan akan menambah posko lainnya guna memperketat strategi pencegahan penularan PMK.


Institusi pengamanan

Bukan hanya BNPB, pihak TNI Polri telah menerjunkan personel dan sejumlah pendukung keamaan baik di lokasi KTT G20 dan sekitarnya.

Panglima TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa menjelaskan dari total 18.030 personel yang terlibat, TNI mendominasi dengan lebih dari 14 ribu personel. Sisanya berasal dari kepolisian dan institusi lain, yakni 3.200 dari Polri dan 492 dari institusi lainnya.

Keseluruhan personel itu akan dibagi dalam beberapa satuan tugas, termasuk Satgas VVIP. Satgas VVIP yang disiapkan tidak hanya untuk 20 kepala negara anggota G20, tetapi juga 42 kepala negara lainnya yang diperkirakan akan hadir di Bali.

Baca Juga: Move On dari Ayu Ting Ting, Sahrul Gunawan Bantah Dekati Desy Ratnasari

Pengamanan untuk kepala negara dan seluruh tamu KTT G20 ini juga melibatkan Satgas Laut dan Udara. Untuk Satgas Laut, TNI menurunkan kekuatan 12 KRI yang ditempatkan di sekeliling Pulau Bali, termasuk untuk pendampingan kapal-kapal militer dari negara-negara partisipan G20.

Satgas Udara, TNI mengerahkan pesawat tempur masing-masing dua F16 dan Sukhoi 27 serta Sukhoi 30. Turut pula dikerahkan total 13 helikopter dengan rincian; enam helikopter Angkatan Udara, lima helikopter Angkatan Laut, dan dua helikopter Angkatan Darat.

TNI juga menyiagakan dua unit pesawat hercules. Satu bertugas untuk kepentingan medis guna mengevakuasi pasien darurat. Satu lainnya akan bertugas sebagai angkutan jika diperlukan. Bersama itu juga disiagakan satu pesawat Boeing VIP sebagai tambahan, dan dua pesawat Boeing sebagai pengintai atau ISR.

Untuk menunjang operasional tersebut, ada 19 pangkalan udara yang disiapkan TNI. Pangkalan udara itu tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, dan Kalimantan.

TNI sudah melakukan simulasi di GOR Kodam Udayana, Bali yang dihadiri seluruh personel. Disimulasikan beberapa perencanaan, baik dalam situasi normal maupun darurat ketika terjadi bencana alam seperti gunung meletus.

Baca Juga: Gaungkan KTT G20 di Bali, Kemenhub Lakukan Touring dan Pameran Kendaraan Listrik

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Aliefien Sutopo

Sumber: antvklik.com, cendono mulian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X