JURNAL METROPOLITAN - Selasa 15 November besok, KTT G20 yang diselenggarakan di Nusa Dua Bali bakal jadi sorotoan dunia.
Bukan hanya dihadiri kepala negara dan kepala pemerintahan dari negara maju dan berkembang, setiap delegasi KTT G20 akan membawa rombongan termasuk awak media.
Awak media yang meliput kegiatan tersebut akan menjadi bagian penting yang ikut mengabarkan keberhasilan KTT G20. Semua terkait pelaksanaan KTT G20 dan apa yang terjadi di Indonesia akan tertulis dan terekam menjadi sejarah.
Baca Juga: Sidang Ferdy Sambo Libur? Ada Apa?
Para media atau peliput KTT G20 yang ingin menjadi bagian perhelatan akbar jumlahnya fantastis. Sebanyak 2.133 jurnalis telah mendaftar sebagai peliput yang berasal dari media-media yang terakreditasi dalam dan luar negeri.
Jumlah tersebut terdiri atas 2.051 jurnalis in-persons dan 82 jurnalis virtual. Mereka berasal dari total 435 media yang mendaftar, 364 merupakan media internasional dan 71 media nasional.
Antusiasme itu lantaran untuk pertama kalinya, Indonesia memegang Presidensi G20 yang berlangsung selama satu tahun, dimulai dari 1 Desember 2021 sampai 30 November 2022.
Terlebih saat pandemi COVID-19 yang melanda dunia selama kurang lebih hampir tiga tahun, membuat pertemuan-pertemuan G20 jadi salah satu harapan untuk pulih bersama.
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Usman Kansong, menjelaskan banyaknya jurnalis dan media yang meliput membutuhkan fasilitas penunjang yang mumpuni.
Baca Juga: Album Solo RM BTS, Perjuangan Keras Debutnya
Sejumlah fasilitas diberikan kepada para awak media, baik lokal maupun asing. Sehingga, dimungkinkan bagi para awak media untuk memperoleh informasi dari setiap momentum penting dalam pelaksanaan ajang berkelas internasional itu.
Usman mengungkapkan, ada empat titik lokasi yang akan dihadiri oleh leader KTT G20, yaitu di Apurva Kempinski, yang berlokasi di Raya Nusa Dua Selatan. Lalu, di Garuda Wisnu Kencana dan Mangrove Conservation Forest Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai di Desa Pemogan. Juga di Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort yang berlokasi di Lot N5 Kompleks ITDC, Nusa Dua.
“Mengingat banyaknya kepala negara atau petinggi negara yang akan hadir, perlu dilakukan pengamanan yang sangat ketat. Di setiap titik peliputan ini, bakal ada keterbatasan dalam hal akses peliputan,” ujarnya.
Usman mengungkapkan, akses prioritas untuk peliputan secara langsung tetap akan diberikan kepada media yang melekat secara resmi pada leader delegasi setiap negara atau disebut dengan istilah media official.
Artikel Terkait
Ada Tujuan Wisata Edukasi Baru di Jogja, Cek di Sini Ya
Ini, Akibat Pembayaran Tunjangan Profesi Guru Dibayar Sekaligus
Gaungkan KTT G20 di Bali, Kemenhub Lakukan Touring dan Pameran Kendaraan Listrik
Tim Keamanan KTT G20, Siap Kerja mulai dari Pengawalan, Prakira Bencana hingga Larangan Main Layang-layang
Sidang Ferdy Sambo Libur? Ada Apa?