JURNAL METROPOLITAN - Klub sepak bola Sydney United 58 dikenai desa sebesar AU$15.000 (£8.500) akibat mengibarkan simbol NAZI dalam laga final Piala Australia, Jumat.
Klub Sydney 58 dikalahkan Macarthur FC 0-2 dalam di final Piala Australia di Western Sydney Stadium. Ketika itu, Sydney 58 menampilkan simbol Nazi dan memberi hormat.
Mereka menjadi tim non-A League pertama yang mencapai final. Klub ini sebelumnya bernama Sydney Kroasia, sebelum berganti nama menjadi Sydney United 58.
Sydney United 58 telah didenda AU$15.000 (£8.500) karena menampilkan simbol Nazi dan memberi hormat di final Piala Australia bulan lalu, yang menyebabkan "sakit parah" menurut kepala Football Australia James Johnson.
Beberapa sanksi penangguhan lainnya juga telah dimasukkan, dan di antaranya adalah denda lebih lanjut, pengurangan poin dan skorsing dari Piala Australia.
"Sepak bola Australia telah menjalankan proses yang menyeluruh dan penuh pertimbangan yang melibatkan mendengarkan beberapa sudut pandang dan pengalaman hidup yang berbeda," kata Johnson.
"Apa yang sangat menggema adalah luka dan dampak yang mendalam dari tindakan yang tidak mewakili nilai dan harapan permainan kami atau melindungi komunitas kami."
Football Australia telah mengeluarkan larangan seumur hidup kepada seorang penonton yang melakukan "penghormatan fasis atau gerakan serupa" selama pertandingan.
Semi-profesional Sydney United 58 menjadi tim non-A League pertama yang mencapai final, dan dikalahkan 2-0 oleh Macarthur FC di Western Sydney Stadium.
Sydney United 58 sebelumnya dikenal sebagai Sydney Kroasia dan menyediakan tempat bagi para migran Eropa untuk bermain sepak bola.
Klub ini berganti nama menjadi Sydney United pada tahun 1993, dengan orang-orang seperti Mark Bosnich, Zeljko Kalac dan Tony Popovic semuanya masuk dalam barisan.
Bersamaan dengan tampilan simbol dan penghormatan Nazi, ada juga nyanyian dan cemoohan saat upacara penyambutan penduduk asli diadakan sebelum kick-off.
"Kami telah bertindak tegas dengan cara yang mencerminkan keinginan kami untuk menghapus perilaku ini dari sepak bola Australia," tambah Johnson.
"Sanksi yang dijatuhkan pada Sydney United 58 FC mencerminkan keseriusan kami dalam melihat situasi ini dan kami yakin mengirimkan pesan yang jelas bahwa perilaku semacam ini tidak akan ditoleransi."
Artikel Terkait
Pemain Sepak Bola Tidak Terpengaruh Emosi, Fokus pada Pertandingan
Jangan Lupakan Sejarah Kelam Sepak Bola Indonesia, Sanksi yang Ini Harusnya Dicamkan Fans
Besok Diperiksa Polisi, Viral Video Rizky Billar Lempar Bola Billiar ke Lesti Kejora
Viral Video Rizky Billar Lempar Bola Billiar ke Lesti Kejora, Polisi : Tidak Masuk Materi Laporan
Berbalik Arah, Di CCTV Rizky Billar Sebagai Pelembar Bola, Nyatanya Bola Panas Itu Kini Ada Di Tangan Lesti
Engkel Meradang, Atta Halilintar Tumbang di Lapangan Bola
Jadwal Acara GTV Sabtu 5 November 2022
Menlu Qatar Kecam Negara yang Serukan Boikot Piala Dunia
LIB: Liga 1 Berlanjut Masih Tunggu Kepastian Formatnya