Dalam insiden itu, Budi menyebut paparan gas panas dari dalam saluran mengenai tiga orang korban yang merupakan satu keluarga dan berada di sekitar lokasi kejadian.
Para korban berinisial antara lain ZA (60), MI (54) serta O (15), ketiganya merupakan warga Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Petugas keamanan setempat lantas berkoordinasi dengan tim pengamanan dan menghubungi PSC Kota Yogyakarta untuk meminta bantuan medis.
Kemudian, korban berhasil dievakuasi pukul 07.45 WIB dan dibawa menuju RSUP Dr Sardjito menggunakan ambulans untuk penanganan medis lebih lanjut.
Menurut hasil pemeriksaan medis, ledakan mengakibatkan 3 korban tersebut mengalami luka bakar seperti pada lengan, wajah, leher dan kaki.
Saluran Limbah Diduga Tersumbat
Dalam kesempatan yang sama, Budi membeberkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara yang menduga, ledakan dipicu oleh akumulasi gas pada saluran air limbah yang tersumbat.
Budi menjelaskan, penyumbatan tersebut mengakibatkan fermentasi limbah organik menghasilkan gas metana dalam jumlah besar yang terjebak tanpa sirkulasi (ventilasi) memadai.
"Adanya tekanan tinggi di ruang tertutup atau confined space menyebabkan kegagalan struktur pada penutup saluran hingga terjadi ledakan fisik atau physical explosion," jelasnya.
Setelah kejadian ini, polisi menyarankan kepada Pengelola Teras Malioboro 1 dan dinas terkait untuk segera melakukan pengurasan dan pembersihan massal pada seluruh instalasi bio-filter di kawasan tersebut.
Baca Juga: Viral Mobil Lewat Dalam Toko Oleh-oleh di Leuwipanjang Bandung, Cara Tak Biasa Masuk ke Rumah
Budi menyebut, pemasangan pipa ventilasi tambahan pada sistem pembuangan tertutup, dimaksudkan untuk memastikan gas metana tidak terakumulasi kembali.
"Info dari Pak Kapolsek Gondomanan untuk ketiga korban sudah pulang dan pihak dari Teras 1 bertanggung jawab terkait pengobatan tersebut," tandasnya.(*)