JURNAL METROPOLITAN - Seringkali kecerdasan menjadi kebanggaan bagi yang memiliki. Karena kecerdasan merupakan anugerah yang tidak bisa dimiliki semua orang.
Karenanya pula cerdas adalah bawaan seseorang yang tidak bisa dicari. Tapi ada cerdas yang sebetulnya harus mendapat perhatian setiap umat muslim. Cerdas menurut islam bisa dilakukan oleh semua orang.
Yuk simak apa itu cerdas yang sebenarnya.
Baca Juga: Seberapa Kenal Anda dengan Penyampai Islam? Kita Butuh Nabi Muhammad Seperti Oksigen
Betul-betul Cerdas
Menurut islam cerdas itu bukan hanya dunia semata. Cerdas menurut islam sangat terkait dengan akhirat. Dan ciri-ciri orang cerdas yang harus diyakini umat islam adalah orang yang bukan menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya.
Tapi orang yang mengingat kematian adalah orang cerdas. Dengan ingat mati seseorang akan membekali dirinya untuk persiapan setelah kematian.
"Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan.” (QS. Az Zumar : 42).
Ayat itu dimaknai bahwa setiap orang pasti mati. Manusia harus mengingat mati karena itu adalah hal yang sudah pasti terjadi.
Baca Juga: Momen Wisuda yang Curi Perhatian, Tunggangannya Tak Biasa
Jika mengingat mati maka orang islam harus pula meyakini ada proses selanjutnya yang harus dihadapi setelah kematian. Ada siksa dan hari perhitungan serta penentuan surga dan neraka.
Dengan mengingat mati maka kehidupan seseoarang sudah seharusnya tercurahkan untuk membekali diri melakukan semua perintah agama.
KH. Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym pernah menyebut ciri-ciri orang cerdas berdasarkan agama Islam. Ciri orang yang cerdas menurut Aa Gym bukan berdasarkan Intelligence Quotient (IQ).
Aa Gym menegaskan bahwa kecerdasan menurut islam adalah bagaimana dia menjalani masa hidupnya. Yaitu yang lebih memikirkan kematian.