JURNAL METROPOLITAN - Umat muslim di manapun sering mengagungkan namanya. Junjungan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, Rosul Allah ini sudah sepatutnya menjadi tuntutan dalam menjalankan Islam.
Tapi benarkah, kita sungguh mengenalnya? Apakah kita sudah mengenal Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti kita mengidolakan orang.
Jangan khawatir. Kita bisa memulai dari awal. Di mana Muhammad dilahirkan, bagaimana Muhammad tumbuh hingga menjalankan peran sebagai Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Tidak hanya mengenal, mencintai Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam perlu terus ditumbuhkan. Dengan mengenal Nabi Muhammad kita akan terus mendapat petunjuk menjalankan ibadah Islam yang sebaik-baik dan sebenarnya.
Baca Juga: Biasa Makan Mi dengan Bumbu Sachet? Hati-hati, Ini Efeknya Jika Terlalu Sering Mengonsumsinya
Muhammad adalah pilihan Allah untuk menyebarkan islam di dunia ini. Sehingga Muhammad menjadi manusia paling spesial di muka bumi.
Kecintaan sang khalik kepada rosulnya ini diwujudkan dalam bentuk Ujian hidup bagi Muhammad yang bertubi-tubi. Ujian itu sudah ada bahkan sebelum lahir ke bumi.
Ketika Muhammad enam bulan dalam kandungan ibunya Aminah binti Wahab, ayahnya Muhammad, Abdullah bin Abdul Muthalib meninggal.
Muhammad lahir di Mekkah pada 570 Masehi. Usia 6 tahun, Muhammad menjadi yatim piatu. Selanjutnya diasuh oleh kakeknya Abdul Muthalib sampai Muhammad berusia 8 tahun.***
(bersambung)
Artikel Terkait
Komisi III DPR Lakukan Fit and Proper Test 14 Calon Anggota Komnas HAM
BPOM: 250 Peneliti Indonesia Siap Kembangkan Vaksin mRNA
KPI Minta TV dan Radio Tutup Ruang Bagi Pelaku KDRT
Pesan Inul Daratista untuk Lesti Kejora : Hadapi dan Jangan Lemah
Pj Bupati Bekasi Ajak Pelajar Pahami Literasi Keuangan