Nostradamus Orang Zaman Baheula yang Ramal Kota Surabaya Akan Hancur Lebur. Benarkah?

photo author
Aliefien Sutopo, Jurnal Metropolitan
- Kamis, 29 September 2022 | 17:00 WIB
Ilustrasi perang, salah satu ramalan Nostradamus, seorang peramal dari perancis./Pixabay.com/jarmoluk
Ilustrasi perang, salah satu ramalan Nostradamus, seorang peramal dari perancis./Pixabay.com/jarmoluk

JURNAL METROPOLITAN - Nama Nostradamus bukan tiba-tiba terangkat ke permukaan dengan ramalan meninggalnya Ratu Elizabeth II pada tahun 2022 di usia sekitar 96 tahun.

Nostradamus asal Perancis ini dianggap orang dengan bakat spektakuler karena Nostradamus sendiri adalah orang yang hidup pada abad 14-15.

Ramalan Nostradamus terangkum dalam sebuah berjudul Les Propheties yang terbit untuk pertama kalinya pada tahun 1555 tetapi buku tersebut menjadi langka sejak kematiannya.

Baca Juga: Wings Air Terbang Kembali ke Banyuwangi, Melayani Penerbangan Berjadwal Langsung dari Surabaya

Menurut pikiran-rakyat.com, ramalan Nostradamus itu telah menarik penulis buku Mario Reading dan membahas mengenai ramalan Nostradamus dealam karya buku berjudul 'The Complete Prophecies for The Future - Ramalan yang Mengguncang Dunia'.

Publik dunia maya di era sekarang ini ternyata juga tertarik dengan ramalan Nostradamus yang dinilai ramalannya menjadi kenyataan dengan memprediksi kemaatian Ratu Elizabeth II.

Bagaimana ramalan Nostaradamus muncul di era saat ini? Setidaknya ini menjadi salah satu positifnya aplikasi TikTok.

Adalah seorang konten kreator TikTok, TikToker @ilysmhmmad_ membeberkan isi buku yang berisi ramalan Nostradamus.

Baca Juga: Hindari Penipuan Soceng, Pakar Keamanan Siber Imbau Masyarakat Tidak Asal Klik Link dan Install Aplikasi

TikToker itu mengungkapkan beberapa ramalannya yang menarik, termasuk soal ramalan Indonesia dan Australia akan perang pada 2037.

TikToker lainnya @vincentsiusss mengulik lebih jauh lagi terkait ramalan Indonesia dan Australia diprediksi perang pada tahun 2037 itu.

Ia mengungkapkan salah satu terjemahan dari ramalan Nostradamus yang menunjukkan tanda-tanda kota yang diprediksi pemicu perangnya.

"Sesaat sebelum gerhana matahari, sebuah perang dipicu oleh bangsa yang besar yang berisi orang-orang yang tidak percaya," ucapnya.

"Sia-sia, pihak pelabuhan tidak melawan. jembatan dan monumen berkahir menjadi dua tempat yang berbeda," katanya. menambahkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Aliefien Sutopo

Sumber: pikiran-rakyat.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X