"(Tertulis) 'Cukup aku yang WNI, anakku jangan', begitu katanya, membuat saya kesal juga," imbuhnya.
Arie lantas mengingatkan publik agar tidak mudah untuk beralih melupakan tanah kelahiran demi pergi ke negara lain.
"Hanya karena di negara ini banyak masalah, bukan berarti boleh semudah itu berkhianat," terangnya.
"Anakku tidak apa-apa terus menjadi WNI, kudoakan semoa dia bisa membawa bangsa ini kepada masa yang lebih baik dari sekarang," tambah Arie.
Berkaca dari hal itu, Arie lantas menyinggung kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang siswa SMP di Maluku oleh anggota Brimob.
Arie Kriting: Sedih Hatiku
Dalam pernyataan yang sama, Arie menyinggung seorang anak sekolah yang masih berusia 14 tahun, namun kini telah meninggal dunia dalam kasus dugaan penganiayaan di Maluku.
Baca Juga: LPDP Beberkan Riwayat Studi DS usai Viral Postingan ‘Cukup Saya WNI, Anak Jangan’ di Jagat Medsos
"Seorang pelajar, usianya masih 14 tahun, kepalanya remuk, dipukul, lalu tersungkur di atas tanah Maluku, nyawanya terenggut," paparnya.
"Sedih hatiku," sambung Arie Kriting menggambarkan perasaan hatinya.
Terkait insiden itu, Arie lantas berharap agar kejadian serupa tidak terulang, dan mendoakan agar para prajurit di Tanah Air, senantiasa diberikan kelembutan hati.
"Tuhan, lembutkan hati para ksatria kami, jadikanlah kekuatan dan senjata mereka untuk melindungi anak-anak bangsa ini," tandasnya.(*)
Artikel Terkait
Sempat Ramai Kontroversi soal Show 'Mens Rea', Pandji Pragiwaksono Ngaku Kaget dan Klaim Hanya Sekadar Komedi
Eddi Brokoli, Aktor Berambut Kribo yang Kini Rela Digundul demi Kirimkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera
Viral Curhatan Ibunda Keisya Levronka soal Insiden Putranya yang Terjatuh dari Gedung Lantai 6 Kampus pada 2 Tahun Lalu