Oleh sebab itu, pihak kepolisian di AS memastikan kasus penembakan itu merupakan pembunuhan berencana.
"Setiap petunjuk menunjukkan bahwa ini adalah serangan yang direncanakan sebelumnya dan terarah," tandasnya.
Belum diketahui secara pasti motif dari penembakan itu, dan pelaku kini menjalani sidang pertama di New York tanpa mengajukan pembelaan.
Petunjuk pada Selongsong Peluru
Terdapat kata-kata 'delay' dan depose yang ditemukan pada peluru yang ditembakan pelaku ke Thompson.
Baca Juga: Pj Bupati Bogor Ajak Semua Pihak Bangun Masyarakat Yang Inklusif dan Berkeadilan
Tepatnya, 'depose' ditulis pada selongsong peluru yang ditembakkan ke korban. Senentara 'delay' ditulis pada peluru tajam yang dikeluarkan oleh pelaku saat peristiwa penembakan berlangsung.
Terkini, polisi sedang menyelidiki kaitan kata-kata yang ditemukan itu menunjukkan motif yang menunjuk pada frasa populer di industri asuransi AS, yakini 'delay, deny, defense'.(*)
Artikel Terkait
Kembali Gempur Israel, Palestina Dapat Dukungan Dari China, Korea Utara, dan Rusia
Konflik Palestina dan Israel Kembali Pecah, Pasokan Kebutuhan Pokok Hingga Listrik Disetop
Israel Mulai Ketar Ketir, Gerakan Boikot Produk Pro Israel Dinilai Berhasil!