Heboh Hakim Terkemuka Dibunuh saat Berangkat Kerja, Imbas Tak Ada Pengawalan Ketat

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Rabu, 28 Mei 2025 | 10:55 WIB
Ilustrasi sebuah palu hakim. (Unsplash.com/Tingey Injury Law Firm)
Ilustrasi sebuah palu hakim. (Unsplash.com/Tingey Injury Law Firm)

JURNALMETROPOLITAN.com - Seorang hakim pengadilan pidana di kawasan Kota Shiraz, Provinsi Fars, Iran, bernama Ehsan Bagheri tewas dibunuh orang tak dikenal saat berangkat kerja, pada Selasa, 27 Mei 2025, pagi waktu setempat.

Kantor berita yang dikelola otoritas kehakiman Iran, Mizan Online menyebut pelaku pembunuhan Ehsan Bahgeri diyakini terdiri atas dua orang, dan berhasil kabur usai menjalankan aksinya.

"Pagi ini, dua orang menyerang dan membunuh hakim Ehsan Bagheri, kepala Pengadilan Pidana 2 Cabang 102 di Shiraz, saat dia sedang dalam perjalanan ke kantor," ungkap Mizan Online sebagaimana dilansir dari channelstv.com, pada Selasa, 24 Mei 2025.

Terkait kronologi pembunuhan, otoritas kehakiman Iran menyebut pembunuhan ini sebagai 'aksi teroris'.

Baca Juga: Telisik Laporan PDIP soal Dugaan Pencemaran Nama Baik yang Libatkan Menteri Koperasi Budi Arie

"Sangat disayangkan, sebagai akibat dari aksi teroris ini, dia (Ehsan Bagheri) menjadi korban," sebut Mizan Online dalam laporannya.

Di sisi lain, beredar pula dugaan Ehsan Bagheri tewas ditikam saat dalam perjalanan ke kantornya.

Terkait kasus yang menewaskan hakim berusia 38 tahun itu, sejumlah otoritas Pengadilan Revolusioner Iran menyayangkan terkait tidak adanya pengawasan ketat terhadap hakim terkemuka itu.

Menyikapi insiden tersebut, Kepala otoritas kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei diketahui telah memerintahkan penyelidikan khusus atas pembunuhan hakim Bagheri.

Baca Juga: 11 Unit Apartemen Mewah yang Diduga Pernah Dibeli Eks Dirut PT Taspen dari Hasil Korupsi Investasi Fiktif

Berdasarkan laporan yang beredar, Ehsan Bagheri memiliki pengalaman lebih dari 12 tahun dalam peradilan dan merupakan warga asli Provinsi Fars, yang ibu kotanya, Shiraz, terletak sekitar 900 kilometer sebelah selatan Teheran.

Ia terakhir bertugas sebagai jaksa dan penyidik di Pengadilan Revolusioner Iran di beberapa kota, termasuk Shiraz, sebelum ditunjuk untuk memimpin Pengadilan Pidana Cabang 102.

Pengadilan Revolusioner Iran itu biasa menangani kasus-kasus keamanan dan penyelundupan narkoba.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X