Kebakaran Besar Landa 1.000 Rumah di Sandakan: Permukiman Terapung yang Dihuni Ribuan Penduduk Adat Asal Malaysia

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Kamis, 23 April 2026 | 10:58 WIB
Menyoroti insiden kebakaran besar yang terjadi pada kawasan permukiman terapung di Sandakan, Sabah, Malaysia. (Instagram.com/@unikinfold)
Menyoroti insiden kebakaran besar yang terjadi pada kawasan permukiman terapung di Sandakan, Sabah, Malaysia. (Instagram.com/@unikinfold)

Dalam insiden ini, dilaporkan sekitar 1.000 rumah apung terbakar dari total 1.200 unit dalam insiden kebakaran tersebut.

Baca Juga: Viral Video Sikap Tak Sopan Siswa SMAN 1 Purwakarta, Bu Atun Ungkap Tak Tahu jika Direkam

Kemlu memaparkan, mayoritas penghuni kawasan merupakan warga negara Malaysia, warga negara Filipina, dan WNI yang menikah dengan warga negara Malaysia.

Di sisi lain, koordinasi intensif dengan otoritas setempat hingga kini tengah digencarkan untuk memperoleh data akurat terkait jumlah dan kondisi WNI yang terdampak.

Selain itu, Kemlu juga melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan situasi di lapangan, termasuk penanganan pengungsi dan distribusi bantuan.

"Menyiapkan fasilitasi dokumen keimigrasian bagi WNI terdampak yang kehilangan dokumen penting akibat kebakaran," jelasnya.

9.007 Penduduk Dilaporkan Terdampak

Media lokal di Malaysia, The Star melaporkan sebanyak 9.007 warga terdampak dalam insiden kebakaran di wilayah desa pesisir Negara Bagian Sabah, Malaysia tersebut.

Permukiman terapung itu diketahui telah dihuni sebagian kelompok masyarakat rentan, termasuk penduduk adat dan warga dengan kewarganegaraan Indonesia hingga Filipina.

Kepala Kepolisian Sandakan, George Abd Rakman menyebut permukiman itu terdiri dari rumah-rumah kayu yang dibangun rapat di atas air, sehingga api dengan cepat menyebar dan sulit dikendalikan.

Baca Juga: Sepulang 'Battle', Truk Sound Horeg di Pati Bikin Panik Warga usai Diduga Oleng hingga Hampir Terguling saat Nanjak

"Ini adalah insiden berskala sangat besar dan memilukan, yang berdampak terhadap 9.007 warga," kata Rakman sebagaimana dilansir dari The Star, pada Senin, 20 April 2026.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Rakman mengatakan, sejauh ini belum ada laporan korban jiwa atas kebakaran besar di wilayah Sabah, Malaysia.

Hal tersebut, meskipun beberapa orang mengalami luka-luka saat mencoba menyelamatkan barang-barang atau membantu orang lain saat kebakaran terjadi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X