Mengenang Raminten: Sejarah dan Warisan Budaya Kuliner Sarat Budaya dari Almarhum Hamzah Sulaiman

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Jumat, 25 April 2025 | 12:27 WIB
The House of Raminten salah satu warisan kuliner dan budaya yang diwariskan Hamzah Sulaimsn. (raminten.com)
The House of Raminten salah satu warisan kuliner dan budaya yang diwariskan Hamzah Sulaimsn. (raminten.com)

Baca Juga: Bogor Hotel Great Sale Solusi Meningkatkan Kunjungan Wisata ke Kota Bogor di Era Efisiensi

Hidangan yang disajikan memadukan resep tradisional dengan presentasi modern yang menggugah selera:

- Sego Kucing: Versi eksklusif dari nasi kucing dengan porsi dan lauk yang lebih lengkap.
- Ayam Koteka: Ayam yang dimasak dalam wadah bambu seperti koteka khas Papua.
- Sego Gudeg: Gudeg Yogyakarta disajikan dengan cara modern.
- Maheso Selo Gromo: Daging sapi berbumbu rempah khas Jawa.
- Bebek Lombok Ijo: Olahan bebek pedas dengan sambal ijo menggoda.
- Tempe Mendoan: Camilan tradisional dengan tampilan menarik dan saus spesial.

Untuk minuman, Raminten menawarkan:
- Es Kacang Merah: Segar dengan campuran santan dan gula merah.
- Wedang Uwuh: Minuman hangat dari rempah-rempah khas Jawa.
- Es Perawan Tancep: Minuman dengan nama nyeleneh namun rasa menyegarkan.
- Teh Purwoceng: Teh herbal dengan khasiat kesehatan.

Filosofi dan Warisan

Hamzah Sulaiman mendirikan Raminten bukan hanya untuk berbisnis, tetapi juga membawa misi pelestarian budaya.

Ia ingin Raminten menjadi ruang inklusif, tempat makan yang terjangkau dan bisa diakses semua kalangan, dari mahasiswa hingga wisatawan asing.

Dengan cara ini, ia memperkenalkan budaya Jawa secara langsung ke lidah dan hati pengunjung.(*) 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X