Wito menjelaskan, korban diduga memotong mortir tersebut menggunakan alat gerinda, sehingga memicu ledakan fatal.
“Digerinda kemudian terjadi ledakan dan mengenai korban,” jelasnya.
Meski demikian, jenis mortir tersebut belum dapat dipastikan secara detail.
Baca Juga: Mencuat Isu KUHP Baru Jadi Alat Kriminalisasi oleh Aparat, Wamenkum Soroti Protes di Kalangan Sipil
“Kalau jenisnya masih dalam penyelidikan tim Jibom Gegana Polda Metro,” pungkas Wito.
Asal Mortir Masih Misterius
Hingga kini, polisi masih melakukan penelusuran terkait asal-usul mortir tersebut hingga dibawa oleh korban.
Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan bahwa benda tersebut ditemukan korban saat memulung di kawasan sekitar.
Namun belum ada titik terang terkait lokasi pasti ditemukannya mortir tersebut, termasuk apakah benda itu merupakan sisa bahan peledak lama atau berasal dari sumber lain.
Penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, mengingat keberadaan mortir aktif di area pemukiman menjadi ancaman besar bagi keselamatan warga.
Baca Juga: Kasus 250 Ton Beras Ilegal di Sabang, Mentan Sebut Impor Dinilai Tak Beralasan
Polisi Imbau Warga Waspada
Insiden ini menjadi peringatan keras bagi warga agar tidak sembarangan memungut atau memotong benda logam yang mencurigakan, terutama yang berpotensi merupakan amunisi, proyektil, atau sisa bahan peledak.
Polisi mengimbau masyarakat segera melapor jika menemukan benda mencurigakan, guna menghindari kejadian serupa terulang.(*)
Artikel Terkait
Ledakan Hebat di Puncak Bogor, Ternyata Ini Penyebabnya
Akhir Cerita Ledakan Misterius di Pamulang, dari Dugaan Meteor Jatuh hingga Terungkap Adanya Gas yang Bocor
Buntut Ledakan saat Salat Jumat, Pramono Anung Ungkap Banyak Siswa SMAN 72 Jakarta Minta Pindah Sekolah