Cerita Warga Cisarua usai Bencana: Kampung Halamannya Dilanda Longsor, Petani Dijadikan 'Kambing Hitam'

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:43 WIB
Menyoroti penuturan pegiat lingkungan sekaligus warga Cisarua yang wilayahnya terdampak bencana longsor. (Instagram.com/@aisyahbertani)
Menyoroti penuturan pegiat lingkungan sekaligus warga Cisarua yang wilayahnya terdampak bencana longsor. (Instagram.com/@aisyahbertani)

Baca Juga: Melalui Forum Diskusi, ISI Soroti Persaingan AS-China dan Tantangan Keamanan Kawasan Indo-Pasifik

"Titik awal longsor berasal dari puncak Gunung Burangrang yang masih rimbun, pemicunya, hujan berintensitas tinggi," terangnya.

Aisyah menyebutkan, longsoran menutup jalur air di puncak, sehingga hal itu membentuk bendungan alami.

"Air bercampur sedimen lalu jebol, diperparah oleh kemiringan lereng 20-25 persen," sebutnya.

"Aliran air lumpur, batu, dan pasir meluncur deras dan menghantam rumah-rumah warga," tambah Aisyah.

Oleh sebab itu, Aisyah memastikan, hutan lebat pun kini tak lagi sepenuhnya mampu menahan cuaca ekstrem.

"Apalagi jika alam terus dikorbankan," imbuhnya.

Cuaca Ekstrem dan Perubahan Iklim

Aisyah turut menyoroti pemanasan global yang tergolong dapat menaikkan suhu udara dalam sebuah wilayah.

Baca Juga: Polda DIY Nonaktifkan Sementara Kapolresta Sleman usai Jadikan Tersangka Suami yang Bela Istrinya dari Penjambret

"Udara yang lebih panas, mampu menampung lebih banyak uap air," jelasnya.

"Saat hujan turun, air yang dilepaskan menjadi lebih deras dan berlangsung lebih lama," sambung Aisyah.

Akibatnya, hujan berintensitas tinggi semakin sering terjadi dan dinilai dapat meningkatkan risiko longsor dan banjir bandang.

"Bencana di Cisarua, hal yang kami alami ini adalah perubahan iklim," tegas Aisyah.

Aisyah: Petani Bukan Penyebab, Mereka Korban

Dalam pernyataan yang sama, Aisyah menilai para petani setempat bukanlah sebagai sumber dari penyebab longsor di Cisarua, melainkan justru sebagai korban.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB
X