Penampakan Aliran Material Longsor di Cisarua Bandung Barat, Tinggalkan Jejak Panjang hingga Lereng Perbukitan Terbelah

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:58 WIB
Menyoroti rekaman viral penampakan dampak bencana longsor di Cisarua, Bandung Barat dari atas perbukitan. (Instagram.com/@elanzaelaniii)
Menyoroti rekaman viral penampakan dampak bencana longsor di Cisarua, Bandung Barat dari atas perbukitan. (Instagram.com/@elanzaelaniii)

JURNALMETROPOLITAN.com - Bencana longsor yang melanda kawasan Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, telah menyita perhatian publik di media sosial.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026 itu, telah memakan puluhan korban jiwa yang tertimpa reruntuhan tanah pada area permukiman warga.

Kini, terdapat rekaman udara yang memperlihatkan dampak longsor dari atas perbukitan yang viral di media sosial.

Dalam unggahan Instagram @elanzaelaniii, terlihat material tanah dan batu menggerus lereng perbukitan yang curam.

Selain itu, reruntuhan tanah itu tampak membelah area hijau dan meninggalkan jejak aliran material panjang ke arah lembah.

Baca Juga: Reza Arap Menangis Pilu Atas Kepergian Lula Lahfah, Cerita Tentang Ketulusan Hati sang Kekasih Kini Tinggal Kenangan

Kondisi ini menjadi gambaran serius dampak bencana alam di wilayah perbukitan.

"Dari rekaman udara, terlihat jelas dampak longsor yang terjadi di kawasan Pasirlangu," tulis akun Instagram @hey.cimahi yang membagikan ulang rekaman tersebut, pada Selasa, 27 Januari 2026.

Aliran Material Tinggalkan Jejak Panjang

Terlihat dalam postingan itu, material tanah yang terbawa longsor meninggalkan jejak panjang di kawasan lereng perbukitan Cisarua, Bandung Barat.

"Lereng perbukitan terbelah, membentuk jalur longsoran yang memanjang dari bagian atas hingga ke lembah," terang postingan itu.

"Material tanah dan batu, menggerus lereng yang cukup curam aliran material meninggalkan jejak panjang," sambungnya.

Lereng Perbukitan yang Kini Terbuka

Bencana longsor di Cisarua, juga menunjukkan besarnya volume tanah yang bergerak saat peristiwa terjadi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X